INFOSUMUT24 || DAIRI – Terungkap beredarnya sebuah rekaman video bermuatan asusila yang diduga melibatkan seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dairi. Berdasarkan informasi yang beredar luas di tengah masyarakat, pemeran pria dalam video tidak senonoh tersebut diduga kuat merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang saat ini menduduki jabatan strategis di salah satu instansi pemerintahan di bawah naungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi.
Rekaman video yang berdurasi sekitar 18 menit tersebut memperlihatkan sepasang sejoli dalam kondisi tanpa mengenakan sehelai kain pun. Kedua pemeran di dalam video tampak secara sadar mendokumentasikan tindakan yang tidak pantas dan melakukan hubungan intim bak suami istri. Wajah sang pria yang terekam jelas dinilai memiliki kemiripan yang sangat identik dengan oknum PNS.
Hingga kini, kabar mengenai lokasi pembuatan video mesum tersebut terus terendus oleh publik. Aksi tidak senonoh yang dilakukan oleh kedua sejoli itu disinyalir kuat diambil di sebuah ruangan yang berada di seputaran Kabupaten Dairi. Muncul dugaan bahwa tempat kejadian merupakan salah satu rumah kecantikan atau lebih di kenal salon yang berada di seputaran tersebut.
Sengaja atau tidaknya video tersebut di rekam oleh oknum PNS masih menjadi tanda tanya besar. Meskipun si oknum memiliki catatan program kerja yang aktif di pemerintahan, mencuatnya video syur berdurasi 18 menit 30 detik ini memicu gelombang kekecewaan dan kecaman keras dari masyarakat Dairi. Warga menyayangkan bagaimana seorang pejabat publik yang digaji menggunakan uang rakyat justru menunjukkan perilaku yang melanggar norma susila.
Sebagai seorang PNS, oknum tersebut seharusnya menjadi teladan moral dan menjaga kehormatan korps birokrasi, bukan justru mencoreng citra instansi pemerintahan.
Seiring makin meluasnya percakapan tentang rekaman video ini di berbagai grup WhatsApp dan media sosial, desakan kepada Pemerintah Kabupaten Dairi dan pihak berwenang untuk segera mengambil tindakan nyata kian menguat.
Seorang warga Sidikalang, RS (42), mengungkapkan keprihatinannya atas dampak moral kejadian ini terhadap marwah pemerintahan daerah. Menurutnya, tindakan asusila tersebut telah mencederai kerja keras ribuan ASN lain di Kabupaten Dairi yang mencoba menjaga integritasnya.
“Kami selaku warga tentu sangat kecewa dan miris melihat kelakuan oknum tersebut. Sebagai pejabat yang memiliki jabatan penting di struktural pemerintahan dairi dan rekam jejak karier yang bagus, tindakan tidak senonoh dalam video itu jelas-jelas mencederai nilai-nilai birokrasi kepegawaian. Aparatur sipil negara itu kan cerminan masyarakat, harusnya memberi contoh moral yang baik, bukan malah mencoreng nama baik Kabupaten Dairi dengan skandal seperti ini,” ujar RS dengan nada kecewa.
RS juga berharap Inspektorat serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Dairi segera memanggil oknum yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi resmi guna memastikan kebenaran identitas pemeran video tersebut.
Jika dugaan ini terbukti benar, oknum PNS itu dipastikan akan menghadapi sanksi berat sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, yang mengatur pelanggaran terhadap integritas, moralitas, dan etika abdi negara. Kasus ini pun berpotensi menggelinding ke ranah hukum pidana terkait dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta UU Pornografi menyangkut pembuatan dan penyebaran konten asusila, Ungkap RS.
Penulis : TIM









