Kepala BNN RI Tekankan Pentingnya Diksi Iconic di Tengah Pertempuran Narasi Publik

- Jurnalis

Rabu, 13 November 2024 - 02:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INFOSUMUT24 – Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Marthinus Hukom kumpulkan seluruh Kepala BNN Provinsi dalam rapat pimpinan terbatas yang digelar di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM), Lido-Bogor – Jawa Barat. Hal tersebut terkait dengan implementasi asta cita menuju Indonesia Emas 2024 dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Selasa (12/11/2024).

Dalam kesempatan tersebut sejumlah Kepala BNN Provinsi memaparkan berbagai inovasi dan capaian kinerjanya guna meyakinkan Kepala BNN RI atas kesiapan wilayah dalam mempersiapkan instrumen perjuangannya melawan narkoba.

Secara garis besar, sembilan BNN Provinsi yang diberikan kesempatan telah memaksimalkan upayanya guna mendukung terwujudnya asta cita menuju Indonesia Emas 2045 melalui berbagai inovasi.

Salah satunya adalah BNN Provinsi Aceh yang menyampaikan sejumlah upaya kerja samanya bersama Bea dan Cukai yang membuahkan hasil berupa hibah sejumlah aset dan anggaran yang diperuntukkan sebagai pembangunan Rumah Sakit Khusus Rehabilitasi di kawasan Provinsi Aceh.

BNN ProvinsinAceh juga mengaku mendapat hibah satu unit kapal cepat yang diperuntukan mendukung operasi laut. Disamping itu, BNN Provinsi Aceh turut mendorong penanggulangan narkoba pada kancah pemilihan kepala daerah yang nantinya menjadi bagian dari program kerja yang harus diselesaikan oleh kepala daerah terpilih.

Baca Juga :  Agus Fatoni Apresiasi Keunggulan Daerah Sumut

Sementara itu BNN Provinsi Jawa Timur berinovasi dengan mengedepankan upaya sosialisasi melalui konten yang banyak menerima respon positif dari masyarakat. Salah satu tema yang menarik adalah adanya stigma pada sekelompok masyarakat yang beranggapan bahwa sabu bukanlah barang haram karena dianggap tidak termasuk kedalam khamr.

BNN Provinsi Jawa Timur juga mengangkat isu adanya sekelompok masyarakat yang berusaha melindungi bandar dari kejaran petugas karena menganggapnya sebagai ‘Robin Hood’.

Hal tersebut sejalan dengan apa yang disampaikan Kepala BNN RI untuk segera menyiapkan program kegiatan dengan pendekatan tematik sekaligus ikonik yang dapat menarik perhatian publik. Lebih lanjut Kepala BNN RI menekankan pentingnya mengisi ruang publik dengan narasi diksi ikonik di tengah medan pertempuran narasi yang begitu kuat.

Selanjutnya paparan disampaikan oleh BNN Provinsi Sumatera Utara, BNN Provinsi Riau, BNN Provinsi Kepulauan Riau, BNN Provinsi Sumatera Selatan, BNN Provinsi Kalimantan Utara, BNN Provinsi Kalimantan Barat, dan BNN Provinsi DKI Jakarta. Secara garis besar seluruh Kepala BNN Provinsi memaparkan hasil kolaborasi bersama stakeholder setempat serta upaya preventif lainnya dalam penanggulangan permasalahan narkoba di wilayahnya.

Para Kepala BNN Provinsi juga memaparkan sejumlah jaringan narkotika kelas kakap yang berhasil diidentifikasi dan mendiskusikan kemungkinan adanya kerja sama antar provinsi.

Baca Juga :  Bupati Taput Hadiri Kegiatan TNI Manunggal Memelihara Danau Toba di Pantai Landai Balige

Menanggapi seluruh paparan tersebut, Kepala BNN RI menyatakan keyakinannya permasalahan narkoba akan selesai jika semua program wilayah yang disampaikan berjalan dengan baik. Kepala BNN RI juga menggarisbawahi pentingnya kemunculan negara di tengah masyarakat. Kepala BNN RI meminta seluruh jajaran BNN Provinsi untuk turun ke masyarakat guna meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Pejabat itu paling takut sepatunya rusak, semirnya hilang. Saya meminta rekan-rekan Kepala BNN Provinsi untuk mau turun ke kampung-kampung duduk bersama masyarakat, bangun komunikasi timbal balik dan membangun relasi dengan masyarakat” ujar Kepala BNN RI.

Sesi diskusi terakhir diisi oleh Inspektur Utama BNN RI Wahyono, dan Kepala Biro Sumber Daya Manusia, Aparatur dan Organisai (SDMAO) Zainul Muttaqien. Irtama BNN RI mengatakan pusat harus mampu memberikan gudieline bagi Kepala BNN Provinsi agar seluruh program yang telah disusun dapat berjalan serempak dan berkesinambungan.

Sementara Kepala Biro SDMAO mengingatkan pentingnya Kepala Satuan Kerja memahami isi Peraturan Kepala BNN Nomor 9 Tahun 2004 tentang Sistem Kerja di Lingkungan BNN. Hal tersebut dimaksud agar seluluh Satuan Kerja mampu mengoptimalkan SDM yang ada guna mencapai tujuan, strategi, dan kinerja.

Berita Terkait

Babinsa Koramil 05/TP Hadir Berikan Rasa Aman pada Pelaksanaan Ibadah Minggu di GBKP Desa Kutabuluh
Tingkatkan Keamanan dan Kondusifitas Wilayah, Babinsa Koramil 05/TP Giatkan Patroli Malam di Desa Kuta Buluh
Jelang HUT Ke-28, DPP HIMPAK Gelar Ziarah Tokoh Pendiri dan Siapkan Agenda Akbar di Sidikalang
Ketua PBB Dairi Tempuh Jalur Hukum, Persoalkan Dugaan Pencemaran Nama Baik
LSM KCBI Angkat Bicara , Operator SPBU 13.221.114 Kacaribu Diduga Mafia BBM Subsidi 
Jaga Kondusivitas Wilayah Binaan, Babinsa Koramil 05/TP Komsos di Desa Pasir Tengah
Hiburan Berizin di Siborongborong Keluhkan Razia
Pengadaan Baju Seragam Siswa SD – SMP di Taput Diragukan…!!!
Berita ini 9 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Babinsa Koramil 05/TP Hadir Berikan Rasa Aman pada Pelaksanaan Ibadah Minggu di GBKP Desa Kutabuluh

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Jelang HUT Ke-28, DPP HIMPAK Gelar Ziarah Tokoh Pendiri dan Siapkan Agenda Akbar di Sidikalang

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:47 WIB

Ketua PBB Dairi Tempuh Jalur Hukum, Persoalkan Dugaan Pencemaran Nama Baik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:06 WIB

LSM KCBI Angkat Bicara , Operator SPBU 13.221.114 Kacaribu Diduga Mafia BBM Subsidi 

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Jaga Kondusivitas Wilayah Binaan, Babinsa Koramil 05/TP Komsos di Desa Pasir Tengah

Berita Terbaru