Infosumut24 | Humbahas – Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan bergerak cepat meredam potensi eskalasi pascapertikaian antara pihak Raja Bius Manullang Matiti dan Pomparan Op. Patar Munthe Sarsiantar. Untuk memutus mata rantai konflik dan menjaga iklim kondusif daerah, Pemkab bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah menggelar rapat darurat di Ruang Rapat Sekretariat Daerah guna memediasi kedua belah pihak secara terbuka dan damai.
Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir sebagai mediator netral demi memulihkan ketenteraman warga. Penyelesaian persoalan difokuskan pada pemanfaatan nilai kekeluargaan serta penghormatan terhadap norma adat istiadat setempat. Kedua belah pihak diimbau keras untuk menahan diri, menghentikan aksi provokatif, dan membuka ruang dialog konstruktif melalui musyawarah untuk mufakat.
Langkah responsif pemerintah daerah mendapat penguatan penuh dari unsur Forkopimda Humbahas. Wakil Ketua DPRD Humbahas, Marsono Simamora meminta seluruh pihak menghindari aksi sepihak yang memicu gesekan baru. Dari sisi keperdataan dan pidana, Kasi Intel Kejari Humbahas, Van Barata Semenguk, mengingatkan pentingnya menjaga mekanisme penyelesaian agar tetap berada pada koridor hukum yang berlaku.
Guna memastikan situasi keamanan fisik terkendali, Kapolres Humbahas, AKBP. Adi Nugroho bersama unsur TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan menyiagakan personel gabungan untuk mengintensifkan patroli di titik-titik rawan. Tim di lapangan juga melakukan pendataan terhadap kerusakan material rumah warga serta memantau penanganan medis bagi korban yang mengalami luka luka.
Sebagai tindak lanjut jangka panjang, Pemkab Humbahas merancang konsolidasi bersama Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial. Agenda ini akan memperluas pelibatan tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat guna merumuskan formulasi penyelesaian adat dan hukum yang adil, permanen, serta dapat diterima oleh kedua belah pihak.
Penulis : Freddy









