INFOSUMUT24 || SIMALUNGUN – Semangat gotong royong dan kemandirian ditunjukkan secara nyata oleh masyarakat Dusun Bangun Selamat, Desa Bahapal Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Kamis. Kecewa karena usulan perbaikan infrastruktur tak kunjung mendapat respon dari pemerintah desa, warga setempat akhirnya memilih patungan menggunakan dana pribadi demi memperbaiki akses jalan mereka yang rusak parah.
Aksi gotong royong massal ini berlangsung pada Kamis, 8 Oktober 2026. Sejak pagi hari, puluhan warga dari berbagai usia tampak berbondong-bondong turun ke jalan.
Dengan membawa peralatan seadanya seperti cangkul, sekop, dan kereta sorong, mereka bahu-membahu meratakan material untuk menutupi lubang-lubang dalam yang selama ini mengancam keselamatan para pengguna jalan.
Salah seorang warga setempat, Juny Asinton Damanik, mengungkapkan bahwa langkah ini terpaksa diambil lantaran jalur transportasi desa tersebut sudah semakin memprihatinkan dan sulit dilalui. Sebelum aksi swadaya ini bergulir, pihak perangkat dusun sebenarnya sudah berulang kali berkoordinasi dan menyampaikan keluhan serta aspirasi warga kepada Perangkat Desa maupun Kepala Desa Bahapal Raya.
Namun, hingga saat ini, belum ada respon konkret ataupun tanda-tanda bantuan yang diturunkan oleh pihak pemerintah desa.
Melihat kondisi jalan yang kian hari kian parah tanpa adanya kepastian, para pemuka kampung dan tokoh masyarakat setempat tidak tinggal diam. Mereka berinisiatif menggelar musyawarah warga untuk mencari jalan keluar terbaik. Dari hasil musyawarah tersebut, lahir sebuah kesepakatan bersama yang mencerminkan kekompakan warga: mengumpulkan dana swadaya secara sukarela yang dikutip per kepala keluarga (KK).
“Kami akhirnya bermusyawarah dan sepakat untuk memungut dana per kepala keluarga. Uang yang terkumpul kemudian kami gunakan untuk membeli material batu dan sertu (pasir batu) guna menutupi jalan-jalan yang berlubang,” ujar Juny Asinton Damanik saat memberikan keterangan di lokasi kegiatan.
Juny juga menambahkan bahwa aksi mengumpulkan dana mandiri seperti ini bukanlah hal baru bagi masyarakat Dusun Bangun Selamat. Karena minim dan kurangnya perhatian dari pihak pemerintah desa terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah mereka, warga dusun sudah terbiasa bergerak sendiri secara berkala demi menjaga agar urat nadi perekonomian dan akses mobilitas sehari-hari tidak terputus.
Kerja bakti yang berlangsung dengan penuh kebersamaan ini menjadi bukti nyata tingginya kepedulian sosial masyarakat Dusun Bangun Selamat. Melalui aksi ini, warga berharap suara mereka dapat didengar oleh pemerintah daerah yang lebih luas, sekaligus menjadi pengingat bagi aparatur desa akan pentingnya merespon cepat kebutuhan mendasar masyarakat. Untuk sementara waktu, berkat peluh dan materi yang dikorbankan warga secara swadaya, akses jalan di Dusun Bangun Selamat kini sudah jauh lebih layak dan aman untuk dilalui.
Penulis : Juni Asinton Damanik
Editor : REDAKSI INFOSUMUT24









