INFOSUMUT24 – Pemandangan yang bikin hati siapapun miris melihat kondisi sekolah Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Desa Perjaga, Kecamatan Sitelu Tali Urang Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat – Sumut yang sudah terlihat terbengkalai namun masih beroperasi aktif bahkan betapa tidak tersayatnya hati, puluhan murid belajar di sekolah yang sudah tidak layak di gunakan.
Anak didik Madrasah tersebut belajar dibangunan yang kondisinya memprihatinkan. Bagian atapnya terlihat bocor bocor dinding keropos dan kondisi sekolah yang tidak layak itu juga telah viral di media sosial facebook.
Diketahui, sebanyak 50 orang siswa/ i serta 6 orang guru tenaga pendidik yang melakukan kegiatan belajar mengajar di Madrasah terpaksa belajar dikelas yang sudah tidak layak digunakan.
Sekilas bangunan ini lebih mirip kandang sapi ketimbang sebuah sekolah. Dari 6 bagunan ruangan sekolah ada dua yang rusak berat dan tersisa 4 ruang kelas yang juga kondisinya sangat memprihatinkan.
Informasi yang dihimpun, sekolah Madrasah tersebut dulunya sebelum kemerdekaan didirikan oleh seorang tokoh bermarga Berutu sebagai sekolah mengaji tepatnya setelah kemerdekaan sekolah mengaji tersebut diberi nama Madrasah Ibtidaiyah Swasta hingga saat ini.
Sejak dibangun puluhan tahun silam sekolah Madrasah ini bagaikan tak terurus. Bahkan Pemerintah setempat pun sepertinya belum menyambangi sekolah ini.
Bangunan yang tadinya memiliki 6 ruang kelas kini tinggal 4 ruangan. Apa daya siswa pun harus belajar di 4 ruangan ini secara bergantian.
“Ruangannya rusak dan bocor dan sudah tidak layak” kata Tia Berutu, salah seorang guru pengajar, Sabtu(2/11/2024).
Menanggapi hal tersebut, Zulkarnaen Brutu salah seorang tokoh masyarakat di Kecamatan STTU Julu saat di konfirmasi mengatakan, bahwa Sekolah Madrasah tersebut dibagun oleh alm Kakek mereka dulunya sebagai sekolah pengajian. Namun setelah kemerdekaan, nama sekolah diganti menjadi Madrasah Ibtidaiyah Swasta.
Di jelaskan Zulkarnaen, dulu semasa Kepemimpinan Remigo Yolanda Berutu dan Kadis Pendidikan pada waktu itu dijabat Holler Sinamo, Madrasah tersebut pernah mendapat bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) rehap, sehingga bangunan kelas bertambah dan menjadi semi permanen setelah direnovasi.
“Sepengetahuan kami Madrasah ini pernah dapat bantuan rehap dan penambahan ruang kelas semasa Bupati Pak Remigo dan Kadisdiknya pak Holler Sinamo, tapi itu sudah berapa puluh tahun yang lalu, setelah itu sampai saat ini sama sekali terkesan tidak ada perhatian dari Pemkab Pakpak Bharat” sebut Zulkarnaen.
Ditambahkan Zulkarnaen, berdasarkan informasi bahwa pihak sekolah sudah berulang menyampaikan proposal permintaan bantuan untuk perbaikan ke Dinas Pendidikan Pakpak Bharat, namun hingga saat ini tidak kunjung di tanggapi.
Pelajar dan guru sangat mengharapkan bantuan untuk memperbaiki sekolah. Ini semata agar mereka bisa bersekolah dengan baik dan menjadi penerus bangsa.









