INFOSUMUT24 – Usaha untuk mengontrol populasi hama dan organisme penyebab penyakit pada tanaman, yang bertujuan untuk meminimalkan kerugian hasil panen dan menjaga kesehatan tanaman. Upaya ini penting karena hama dan penyakit dapat menyebabkan penurunan produksi dan kualitas tanaman.
“Upaya ini penting karena hama dan penyakit dapat menyebabkan penurunan produksi dan kualitas tanaman” ucap Sey Pasaribu Selaku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui UPTD Laboratorium dan POPT Dinas Pertanian melaksanakan Pelatihan Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Pertanian di Desa Siabal-abal I, Kecamatan Sipahutar, Rabu (18/6/2025).
Kegiatan ini diikuti sebanyak 35 orang peserta yang tergabung dalam kelompok tani. Adapun pelatihan yang dilaksanakan berupa: Pembuatan Pupuk Organik, Perbanyakan jamur Trichoderma sp, Perbanyakan Bakteri Paenybacillus polimyxa, Pembuatan Pestisida Nabati, Pembuatan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT), Pembuatan Jadam Sulfur.
Noven Sijabat selaku Ka. UPTD menyatakan bahwa pelatihan ini penting untuk mengajak masyarakat petani dalam bertani ramah lingkungan dan untuk mengurangi biaya produksi, melalui pertanian organik masyarakat diharapkan mampu menjaga ketersediaan unsur hara dan mikroorganisme dalam tanah, dan mengurangi ketergantungan petani terhadap produk produk kimia.
Pelatihan ini juga dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari keluhan masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terkait serangan penyakit pada tanaman nenas, sehingga melalui produk organik yang dihasilkan dari pelatihan ini dapat diaplikasikan oleh petani dalam proses pengendalian hama dan penyakit tanaman nenas.
UPTD Laboratorium dan POPT bersama dengan PPL juga berkomitmen akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk melihat tindak lanjut dari pelatihan ini. Semoga melalui kegiatan ini, pengetahuan SDM petani akan pentingnya pertanian organik semakin meningkat, dan produksi pertanian menjadi melimpah.









