INFOSUMUT24 | Dairi – Jumlah korban dugaan keracunan makanan yang menimpa siswa Sekolah Arina dilaporkan terus bertambah secara signifikan. Hingga saat ini, total 80 siswa harus menjalani perawatan intensif setelah mengeluhkan gejala serupa usai menyantap makanan di sekolah.
Sekretaris Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Dairi, Agel Siregar menginformasikan bahwa para korban kini tersebar di dua fasilitas kesehatan berbeda untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Saat ini sudah 80 orang siswa sedang dirawat di rumah sakit dengan rincian 30 orang di RSUD Sidikalang dan 50 orang lainnya di RS Serenapita” ujar Agel Siregar dalam keterangannya kepada media.
Menurut Agel, seluruh pasien menunjukkan gejala klinis yang hampir seragam, yakni mual, diare, sesak napas, hingga pusing hebat.
Lonjakan jumlah pasien yang mendadak ini sempat membuat kapasitas ruang perawatan di rumah sakit pemerintah kewalahan. Guna mengantisipasi membeludaknya pasien, Satgas MBG bersama pihak RSUD telah melakukan langkah darurat dengan menambah fasilitas penampungan.
“Pihak kami terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Karena tempat tidur di RSUD sudah tidak mencukupi, kami melakukan penambahan 50 field bed dan 15 matras untuk memastikan seluruh siswa tetap mendapatkan penanganan yang layak” tambah Agel.
Hingga berita ini diturunkan, tim medis masih berfokus pada pemulihan kondisi fisik para siswa, sementara pihak terkait tengah melakukan investigasi lebih lanjut dan mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pasti dari insiden keracunan massal ini.
Penulis : Bambang Ermansyah









