INFOSUMUT24 | Dairi – Suasana khidmat ibadah pagi di SMA Negeri 1 Sumbul, Kabupaten Dairi, berubah menjadi kepanikan luar biasa, puluhan siswa dilaporkan mengalami kesurupan massal secara tiba tiba saat kegiatan keagamaan sedang berlangsung di lingkungan sekolah, Selasa (5/5/2026) pukul 08.00 Wib.
Peristiwa ini bermula ketika sejumlah siswa mendadak berteriak dan kehilangan kesadaran. Kondisi tersebut dengan cepat merembet ke siswa lainnya, hingga menciptakan situasi histeris di area sekolah.
Kejadian ini pun langsung memicu kerumunan warga sekitar yang ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi setelah informasi simpang siur beredar cepat di media sosial.
Merespons laporan tersebut, Pemerintah Kecamatan Sumbul bergerak cepat. Camat Sumbul melalui Kasi Trantib beserta jajaran staf langsung terjun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan memantau situasi guna mencegah kericuhan lebih lanjut di lingkungan pendidikan tersebut.
“Kami segera berkoordinasi dengan pihak sekolah dan memastikan langkah-langkah penanganan pertama dilakukan dengan tepat agar situasi tetap terkendali” ujar perwakilan dari kantor Camat Sumbul.
Pihak sekolah dibantu aparat setempat langsung mengevakuasi para siswa yang terdampak ke Puskesmas Sumbul menggunakan ambulans dan kendaraan dinas. Para guru tampak mendampingi siswa secara intensif untuk memberikan dukungan moral dan memastikan penanganan medis berjalan lancar.
Camat Sumbul yang tiba di Puskesmas tak lama kemudian, mengonfirmasi bahwa berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 50 siswa yang mendapatkan perawatan medis akibat insiden ini. Tim medis Puskesmas Sumbul bekerja ekstra untuk menenangkan para siswa yang masih dalam kondisi syok.
Setelah menjalani observasi dan penanganan selama beberapa jam, kondisi para siswa dilaporkan berangsur membaik. Menjelang siang hari, seluruh siswa yang sebelumnya tak sadarkan diri telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing dalam kondisi sadar sepenuhnya.
Belum diketahui secara pasti pemicu dari insiden massal tersebut. Pihak berwenang dan pihak sekolah mengimbau kepada orang tua siswa dan masyarakat luas agar tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu spekulatif atau hoaks yang beredar di platform digital.
Penulis : Bambang Ermansyah









