Ketua PB LKP Kecewa Trio Pakpak Batal Tampil, Desak Bupati Dairi Evaluasi Kadisbudparpora

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2026 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

  • INFOSUMUT24 || DAIRI – Pagelaran Seni Budaya Pakpak Kabupaten Dairi yang digelar di arena Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) pada Minggu (19/7/2026) malam berakhir riuh. Acara yang semula diproyeksikan menjadi panggung kelestarian budaya tersebut justru menyisakan kekecewaan mendalam bagi para pegiat seni, khususnya Pengurus Besar Lembaga Kebudayaan Pakpak (PB LKP).

 

Kekecewaan tersebut dipicu oleh pembatalan sepihak penampilan Trio Pakpak binaan PB LKP di atas panggung. Padahal, grup vokal tersebut merupakan salah satu penyeru utama yang paling dinantikan oleh warga perantauan yang tergabung dalam Himpunan Masyarakat Pakpak (Himpak) Kota Medan.

Ketua PB LKP, Ramadan Zuhri Bintang, mengungkapkan rasa kecewanya yang mendalam kepada sejumlah media melalui sambungan telepon pada Senin (20/7/2026). Ia menjelaskan bahwa keikutsertaan lembaga yang dipimpinnya merupakan bentuk partisipasi mandiri demi mendukung Pemerintah Kabupaten Dairi.

Panitia dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Dairi sebelumnya meminta komunitas dan lembaga adat untuk ikut memeriahkan acara. Kami membawa peserta binaan secara mandiri, tanpa ada bantuan biaya atau anggaran sepeser pun dari panitia maupun Pemkab Dairi,” ujar Zuhri.

PB LKP memboyong penyanyi vokal solo dan format trio untuk tampil. Namun, keanehan terjadi saat acara berlangsung. Meski sudah melakukan cek suara (check sound) dan mempersiapkan kostum secara matang, Trio Pakpak dilarang bernyanyi sesaat setelah menaiki panggung.

Baca Juga :  Akhirnya Danu Sang Pengedar Sabu Berhasil Ditangkap...!!!

Penampilan trio ini sangat ditunggu-tunggu warga Himpak di Medan. Tetapi begitu mereka naik, mereka justru dipanggil dan disuruh turun oleh pembawa acara (MC). Ini sangat memalukan dan tidak menghargai persiapan para seniman,” tegas Zuhri dengan nada kecewa.

Pembatalan sepihak ini memancing amarah dari para penonton dan penggemar yang telah memadati area PRSU sejak sore hari. Di penghujung acara, suasana sempat memanas dan diwarnai kericuhan kecil.

Ketegangan makin memuncak karena penonton menilai panitia tidak konsisten. Di saat artis kebudayaan lokal dilarang tampil dengan alasan durasi, lagu penutup acara justru bukan lagu daerah Pakpak, melainkan lagu pop Indonesia. Hal ini dinilai mencederai esensi dari pagelaran seni budaya daerah yang seharusnya menjadi ajang promosi kearifan lokal.

Atas insiden yang memalukan ini, Ramadan Zuhri Bintang menyatakan tidak akan tinggal diam. Ia berencana dalam waktu dekat akan menemui langsung Bupati Dairi guna meminta klarifikasi dan menuntut pertanggungjawaban panitia.

Kami akan menghadap Bupati Dairi untuk meminta klarifikasi langsung. Kami juga meminta Bupati segera mengevaluasi kinerja Disbudparpora Dairi agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan,” tambahnya.

Baca Juga :  Lapor Anton - Benny, Belum Dilantik Tetapi Jhonry Sitorus "TS Berani" Kok Sudah Jualan Photo Presiden - Wakil Presiden dan Burung Garuda

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Kadisbudparpora) Dairi, Iwan Taruna Berutu, memberikan konfirmasinya terkait insiden tersebut. Melalui pesan tertulis, Iwan menyampaikan permohonan maaf dan berdalih bahwa pembatalan murni karena kendala teknis pembatasan waktu acara.

Kami sangat mengapresiasi seluruh penggiat seni yang bersedia tampil di ajang Pagelaran Seni Budaya Pakpak di PRSU, terutama yang hadir secara mandiri atas inisiatif lembaga kebudayaan, salah satunya PB LKP. Namun, kami juga memohon maaf yang sebesar-besarnya karena pertunjukan malam itu sangat dibatasi oleh waktu,” tulis Iwan.

Iwan juga meluruskan bahwa salah satu artis binaan LKP, Juspri Saragih, sebenarnya sempat tampil membawakan lagu bermakna penting bagi Kabupaten Dairi.

“Salah satu seniman warga Dairi, Juspri Saragih yang juga dibina oleh LKP, sempat menyanyikan lagu berjudul ‘Dairi Lebuh Kekelengen/Tanah Tercinta’. Lagu itu merupakan karya kolaborasi dari Bupati Dairi, Ir. Vickner Sinaga MM, bersama Ketua PB LKP sendiri, Drs. R. Zuhri Bintang M.AP. Namun karena waktu yang sangat terbatas di akhir acara, beberapa seniman lain yang sudah siap tampil terpaksa tidak bisa kami akomodir lagi,” pungkas Iwan menutup penjelasannya.

Penulis : Bambang Ermansyah

Berita Terkait

Babinsa Koramil 01/Sbl ikut Dampingi Petani Panen Bawang Merah
Kemanunggalan TNI dan Masyarakat, Babinsa Koramil 05/TP Pererat Silaturahmi Lewat Komsos di Desa Kuta Buluh
Babinsa Kunjungi Warga Desa Tanah Pinem
Sinergi TNI – Polri Latih PBB Siswa SLTP 1 Tanah Pinem
Terima Remisi HUT ke- 81 RI, 14 Napi bebas
Aniaya Istri Hingga Babak Belur, Togar Pardamean Simbolon Ditangkap
Semarak HUT RI ke- 81, Rutan Kelas IIB Sidikalang Gelar Fun Walk
KNPI Sumut Apresiasi Kapolda, Tuntut Perubahan Nyata di Satreskrim Polres Dairi
Berita ini 197 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Babinsa Koramil 01/Sbl ikut Dampingi Petani Panen Bawang Merah

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Kemanunggalan TNI dan Masyarakat, Babinsa Koramil 05/TP Pererat Silaturahmi Lewat Komsos di Desa Kuta Buluh

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Babinsa Kunjungi Warga Desa Tanah Pinem

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Sinergi TNI – Polri Latih PBB Siswa SLTP 1 Tanah Pinem

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Aniaya Istri Hingga Babak Belur, Togar Pardamean Simbolon Ditangkap

Berita Terbaru

Simalungun

Jerry Berhasil Ditangkap di Rambung Merah

Minggu, 23 Agu 2026 - 11:53 WIB

BERITA

Babinsa Kunjungi Warga Desa Tanah Pinem

Sabtu, 22 Agu 2026 - 13:50 WIB

BERITA

Sinergi TNI – Polri Latih PBB Siswa SLTP 1 Tanah Pinem

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:33 WIB