Infosumut24 | Dairi – Suasana bahagia menyambut pernikahan seketika berubah menjadi isak tangis bagi sekeluarga asal Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi. Rombongan keluarga pengantin yang sedang dalam perjalanan menuju Kota Medan mengendarai mobil Toyota Avanza menabrak belakang truk fuso yang sedang berhenti di kawasan hutan Lae Pondom, Sabtu dini hari (30/5/2026).
Korban meninggal dunia adalah orangtua calon pengantin warga Parik Mbue, Tanjung Saluksuk dan Laksa, Pegagan Hilir. Kepergian mereka yang begitu mendadak menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga, terutama sang anak yang dijadwalkan akan melangsungkan prosesi martuppol (acara ikat janji pra nikah dalam adat Batak) di Kota Medan.
Menurut informasi, peristiwa na’as ini terjadi sekitar pukul 03.30 Wib dini hari. Rombongan keluarga ini berangkat pada malam hari demi mengejar jadwal rangkaian acara adat yang sedianya digelar pada hari yang sama.
Namun, saat melintasi jalur lintas umum Lae Pondom, yang dikenal memiliki tikungan tajam dan kerap diselimuti kabut tebal. Mobil toyota avanza yang ditumpangi kehilangan kendali. Kondisi jalan yang gelap gulita dan jarak pandang yang terbatas membuat pengemudi tidak menyadari keberadaan truk fuso yang sedang berhenti dibadan jalan.
Benturan keras tidak dapat dihindarkan, bagian depan mobil yang mereka tumpangi menghantam buritan truk fuso dengan sangat kuat hingga mengakibatkan kabin depan mobil ringsek parah dan menjepit penumpang di dalamnya.
Akibat tabrakan maut tersebut, orangtua calon pengantin pria dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian karena mengalami luka yang sangat serius. Sementara itu, beberapa penumpang lain yang berada di dalam mobil langsung dilarikan ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Satlantas Polres Dairi yang menerima laporan segera turun kelokasi untuk melakukan pengaanan lokasi tabrakan. Polisi juga fokus mengevakuasi korban serta mengamankan kedua kendaraan agar tidak menimbulkan kemacetan panjang.
Hingga berita terbut, jenazah korban telah dibawa oleh pihak keluarga ke Pegagan Hilir untuk disemayamkan. Rencana pesta adat dan pernikahan sang anak yang sudah dipersiapkan jauh hari kini dipastikan tertunda seiring duka yang menyelimuti keluarga besar korban.
Penulis : Bambang Ermansyah









