Siantar (INFOSUMUT24.ID) – Suara tabuhan gendang yang menggelegar dan percikan kembang api menghiasi langit kawasan Lapangan Adam Malik, Kota Pematangsiantar, pada Sabtu (21/9), menandai pembukaan Festival Sisi Batas Labuhan (FSBL) yang digelar oleh Kantor Perwakilan BI Pematangsiantar. Festival ini berlangsung selama dua hari, dari 21 hingga 22 September 2024.
Baca juga: BPN Serahkan 200 Sertifikat Tanah Aset Pemkot Pematangsiantar dari Total 600
Acara tahunan ini kembali menghadirkan berbagai kegiatan menarik yang dirancang khusus untuk masyarakat umum, pelaku UMKM, konten kreator, serta kalangan pelajar dan mahasiswa.
Beberapa kegiatan yang ditampilkan termasuk bazar produk lokal, lomba merancang busana untuk pelajar SMA, kompetisi mural bertema cinta bangga paham rupiah, cerdas cermat, tarian tradisional, serta sosialisasi mengenai QRIS dan cinta bangga paham rupiah.
Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar, Muqorobin, menjelaskan bahwa FSBL adalah bentuk apresiasi sekaligus selebrasi dalam upaya membina dan mengembangkan UMKM, serta mendorong transformasi digital di wilayah tersebut.
“Kami berharap melalui FSBL, UMKM kreatif dan digital dapat semakin kuat, sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Muqorobin.
Saat ini, Kantor Perwakilan BI Pematangsiantar telah membina sekitar 80 UMKM di wilayah kerja yang meliputi Pematangsiantar, Simalungun, Batubara, Asahan, Labuhan Batu Utara, Labuhan Batu, dan Labuhan Batu Selatan, yang dikenal dengan sebutan Sisi Batas Labuhan.
Baca juga: Vandiko Gultom Fasilitasi 106 Umat Vikariat Samosir Bertemu Paus Fransiskus di Jakarta
Acara pembukaan FSBL dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pemprov Sumut, Naslindo Sirait, yang mewakili Penjabat Gubernur Sumatera Utara.
Hadir pula Wali Kota Pematangsiantar, dr Susanti Dewayani, SpA, serta sejumlah tokoh penting lainnya, seperti Ketua Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Ketua MUI Pematangsiantar Drs H M Ali Lubis, Ketua Dekranasda Pematangsiantar Kusma Erizal Ginting, dan perwakilan kepala daerah dari Simalungun, Batubara, Asahan, serta wilayah Labuhan Batu.









