INFOSUMUT24 – Setelah masa tenang Pilkada Kota Pematangsiantar untuk pemilihan Walikota – Wakil Walikota Pematangsiantar masa kerja 2024 – 2029, dan saat ini menjelang 2 hari (H- 2) sebelum pemungutan suara, sesuai hasil survei Lembaga Survei Reformasi Indenpendensi Indonesia (LSRII) masyarakat masih tetap bahkan tidak berubah dalam menentukan pilihan, Senin (25/11/2024).
Padahal sesuai informasi dan beberapa temuan pelanggaran namun tidak berproses di Bawaslu Pematangsiantar, sampai saat ini Paslon Wesly Silalahi – Herlina yang sudah menyalurkan serangan fajar sebesar Rp. 150.000 padahal janji dulu akan memberikan serangan fajar sebesar Rp. 500.000 dan sesuai pengakuan warga yang terdata dan telah menerima uang “togu togu ro” atau uang serangan fajar dari Paslon Nomor Urut 1 ini, bahwa akan dicairkan sisa sebesar Rp. 350.000 tertanggal 26 November 2024 atau setelah selesai Pilkada.
“Namun, kepercayaan warga sekalipun telah menerima serangan fajar dari Paslon Wesly – Herlina tetap tidak berubah bahkan masyarakat malah kembali membully dengab janji janji Rp. 500.000 persuara” ucap Tarsalim selaku Koordinator Lapangan LSRII Wilayah Kota Pematangsiantar.
Tarsalim juga menambahkan, dari 50 responden warga disetiap Kelurahan dari 53 Kelurahan yang ada di 8 Kecamatan Kota Pematangsiantar dengan rentan kelompok usia dibagi tiga kelompok (Usia 17 – 25 merupakan pemilu pemula dan Gen z/ Milenial, Uisia 26 – 35 merupakan orang dewasa dan usia 35 – 55 merupakan pemilu orangtua masih aktif) serta dari berbagai latar belakang dan kalangan pendidikan maupun profesi bawa Paslon Wesly Silalahi – Herlina hanya dipercaya warga Pematangsiantar hanya sebanyak 21 Persen dari sekitar ± 276.350 DPT Kota Pematangsiantar.
Begitu juga Paslon Petahana Nomor Urut 3, Susanty Dewayani – Ronald Tampubolon yang juga telah melakukan atau menyalurkan serangan fajar sebesar Rp. 150.000 dengan mengaktifkan segala kekuatan OPD, Camat dan Lurah bahkan RT hanya juga meraih kepercayaan warga Kota Pematangsiantar sebesar 21.3 Persen tertaut diatas Paslon Wesly – Herlina sebesar 0.3 persen saat dilakukan survei dengan jumlah responden yang sama dan dengan pengelompokan usia pemilu serta dengan metode yang sama dilakukan.
“Sekalipun Calon Walikota, Susanti Dewayani sudah kembali aktif menjabat Walikota Pematangsiantar tertanggal 24 November 2024 semalam, tetapi memang kepercayaan warga sudah pudar dan pupus karena warga beranggapan bukan Susanti yang kelak akan menjadi Walikota tetap tetap suaminya Rizal Ginting yang dimana diketahui dan diduga sangat diktator kepada para PNS” ungkap Tarsalim.
Tambahnya, dengan dikerahkan semua lini baik dengan mengaktifkan kaum wanita muslimnya, Paslon Yan Santoso Purba – H. Irwan harus mengakui bahwa sebagian internal DPC PDIP diduga banyak tidak solid dan bekerja untuk memenangkan Paslon Walikota – Wakil Walikota yang diusung Partai Benteng yang merupakan pemenang Pileg 2024 dengan perolehan suara sekitar ± 35.575 suara sehingga mengantarkan DPC DPIP meraih 7 kursi untuk DPRD Kota Pematangsiantar.
Dimana, banyak dugaan penilaian beberapa pengurus dan kader DPC PDIP bahwa sosok Yan Santoso bukan merupakan kemauan mereka dicalonkan PDIP untuk Pemilukada Kota Pematangsiantar, tetapi beredar isue benar atau tidak bahwa Yan Santoso adalah Calon dari Mangapul Purba bukan Calon DPC PDIP Kota Pemtangsiantar, hal ini membuat beberapa kader tidak militan bahkan tidak peduli akan Paslon Yan Santoso – Irwan, sehingga yang banyak melakukan pelesiran politik hanya tim yang dibentuk H. Irwan dengan bermodalkan bahwa dirinya masih memiliki pendukung dan massa militan saat dirinya DPRD Kota Pematangsiantar dan adanya bantuan beberapa pengurus DPC Gerindra yang masih peduli dan menganggap Irwan tetap kader terbaik DPC Gerindra Pematangsiantar.
“Dengan kondisi tidak mendapat dukungan penuh dari partai pendukung, Paslon Yan Santoso – Irwan harus puas dengan tetap bertengger diposisi terbawah dengan perolehan suara hanya mencapai 16 persen“ ujarnya.
Lain halnya, Paslon Nomor Urut 2, Mangatas Silalahi – Ade Purba dengan tim yang sangat solid dan adanya bentukan tim winner tiap TPS dan sangat kokoh tidak goyah mendukung idolanya, semakin bertengger pada posisi teratas hasil survei, bahkan sangat jauh diatas Paslon lainya.
Saat ini Paslon Mangatas – Ade dengan kondisi masih sebatas membagikan tali kasih dengan bantuan puluhan ton beras kepada warga Pematangsiantar tetap mendapat kepercayaan dari warga mencapai 41 Persen.
“Dengan kondisi 2 hari menjelang Pilkada (H- 2 ) dan masih sekedar meberikan tali kasih beras kepada warga, Mangatas – Ade mampu tetap bertahan dipuncak dengan elektabikitas memcapai 41 persen dari DPT, dan banyak warga yang sudah sangat puas dengan mendapat beras dari Mangatas – Ade” tuturnya.
Bila Paslon Mangatas – Ade juga memberikan amplop berupa uang walau hanya sekedar pengganti ongkos warga ke TPS, sekedar uang minum warga di TPS dan sekedar pengganti uang harian, dapat dipastikan suara Paslon Nomor Urut 2 ini akan semakin membludak dan bisa mencapai diangka 48 persen bahkan mencapai 52 persen.
Ketiga Paslon lainya, hanya sangat takut dengan pergerakan Paslon Mangatas – Ade, sehingga dengan adanya permainan akhir dari Tim Paslon Nomor Urut 2 sangat membuat paslon lainya merasa tidak nyaman.
“Namun hasil survei ini dapat berubah dan hanya sebagai acuan dari hasil riset serta observasi yang dilakukan Lembaga Survei Reformasi Independensi Indonesia (LSRII)” akhirinya.









