Ketua TMI Taput : Catatan Sejarah Dimasa Kepemimpinan Prabowo Subianto,Harga Pupuk Bersubsidi Turun sebesar 20%.

- Jurnalis

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

INFOSUMUT24|| SIBORONG BORONG-Kabar gembira datang bagi para petani di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Tapanuli Utara. Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen. Kebijakan bersejarah ini diumumkan pada Selasa (22/10/2025) dan mulai berlaku di seluruh wilayah Indonesia.Hal ini disampaikan Ketua Tani Merdeka Indonesia Wilayah Kabupaten Tapanuli Utara Undang Lumbantoruan kepada Infosumut24.id di Pasar Siborong-borong.

Kebijakan tersebut menjadi langkah nyata pertama di masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang disebut banyak kalangan sebagai terobosan besar bagi dunia pertanian nasional.

Penurunan harga pupuk bersubsidi ini dilakukan tanpa menambah beban terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menerbitkan Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 1117/Kpts/SR.310/M/10/2025, yang merevisi regulasi terkait jenis, HET, dan alokasi pupuk bersubsidi untuk tahun anggaran 2025.

Dalam keputusan tersebut, harga pupuk Urea yang semula Rp 2.250 per kilogram kini menjadi Rp 1.800 per kilogram, sementara harga pupuk NPK turun dari Rp 2.300 menjadi Rp 1.840 per kilogram.
Kebijakan ini disambut hangat oleh berbagai kalangan petani di daerah,khusunya di Daerah Kabupaten Tapanuli Utara,karena dianggap sangat membantu mengurangi beban biaya produksi di tengah fluktuasi harga pangan dan hasil panen.

Baca Juga :  Sok Jagoan, Tiga Preman Kampung Akhirnya Ditangkap Polisi

Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Tapanuli Utara Undang Lumbantoruan mengatakan,kebijakan ini sebagai langkah monumental yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Selama puluhan tahun, yang kerap kita dengar adalah harga pupuk naik. Tapi kali ini justru turun 20 persen.Ini baru sejarah! Kami para petani merasa sangat terbantu dan berterima kasih atas perhatian nyata Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor pertanian,” ujarnya Undang Lumbantoruan Sabtu (25/10/2025).

Undang Lumbantoruan menjelaskan, dengan turunnya harga pupuk, para petani dapat meningkatkan luas tanam dan produktivitas hasil pertanian tanpa terbebani oleh biaya tinggi. Ia berharap kebijakan ini disertai dengan pengawasan distribusi yang ketat agar pupuk benar-benar sampai ke tangan petani yang berhak.

Selain meringankan beban petani, penurunan harga pupuk bersubsidi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional. Harga pupuk yang lebih terjangkau akan menekan biaya produksi, sehingga hasil panen menjadi lebih kompetitif dan stabil di pasaran.

Baca Juga :  Sijago Merah Hanguskan Rumah Warga Desa Laehole 

Langkah ini juga menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah saat ini menaruh perhatian besar terhadap sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Para petani di Kabupaten Tapanuli Utara berharap kebijakan ini tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi menjadi bagian dari program berkelanjutan untuk menjaga ketersediaan pupuk dan kestabilan harga di masa mendatang.

Kami harap kebijakan seperti ini terus dilanjutkan. Petani butuh kepastian harga pupuk dan kemudahan akses. Kalau pupuk murah dan mudah didapat, kami yakin hasil pertanian akan meningkat pesat,” pungkas Undang Lumbantoruan. 

Turunnya harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum bersejarah bagi dunia pertanian Indonesia. Kebijakan ini bukan hanya soal angka, tetapi bukti konkret keberpihakan negara terhadap kesejahteraan petani — ujung tombak ketahanan pangan bangsa.

Penulis : FREDDY HUTASOIT

Editor : Redaksi Infosumut24. id

Berita Terkait

Kemanunggalan TNI dan Masyarakat, Babinsa Koramil 05/TP Pererat Silaturahmi Lewat Komsos di Desa Kuta Buluh
Babinsa Kunjungi Warga Desa Tanah Pinem
Sinergi TNI – Polri Latih PBB Siswa SLTP 1 Tanah Pinem
Terima Remisi HUT ke- 81 RI, 14 Napi bebas
Aniaya Istri Hingga Babak Belur, Togar Pardamean Simbolon Ditangkap
Semarak HUT RI ke- 81, Rutan Kelas IIB Sidikalang Gelar Fun Walk
KNPI Sumut Apresiasi Kapolda, Tuntut Perubahan Nyata di Satreskrim Polres Dairi
Dinilai Tak Punya Hati Nurani, Ibu Korban Desak Kapolri Copot Kapolres Dairi
Berita ini 131 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Kemanunggalan TNI dan Masyarakat, Babinsa Koramil 05/TP Pererat Silaturahmi Lewat Komsos di Desa Kuta Buluh

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Babinsa Kunjungi Warga Desa Tanah Pinem

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Sinergi TNI – Polri Latih PBB Siswa SLTP 1 Tanah Pinem

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Aniaya Istri Hingga Babak Belur, Togar Pardamean Simbolon Ditangkap

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Semarak HUT RI ke- 81, Rutan Kelas IIB Sidikalang Gelar Fun Walk

Berita Terbaru

Simalungun

Jerry Berhasil Ditangkap di Rambung Merah

Minggu, 23 Agu 2026 - 11:53 WIB

BERITA

Babinsa Kunjungi Warga Desa Tanah Pinem

Sabtu, 22 Agu 2026 - 13:50 WIB

BERITA

Sinergi TNI – Polri Latih PBB Siswa SLTP 1 Tanah Pinem

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:33 WIB