INFOSUMUT24 | SIDIKALANG – Suasana belajar mengajar di SMK Swasta Arina Sidikalang, Kabupaten Dairi, yang seharusnya berjalan tenang, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Rabu (11/2/2026) pagi. Sebanyak 14 orang siswa terpaksa dievakuasi secara bertahap ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang setelah menunjukkan gejala medis yang mengkhawatirkan, diduga kuat akibat keracunan setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Sekolah SMK Swasta Arina Sidikalang, Herman Sitorus, tampak sibuk mendampingi para siswanya di lorong rumah sakit. Saat ditemui awak media di RSUD Sidikalang, Herman menjelaskan bahwa gelombang keluhan kesehatan ini mulai muncul sesaat setelah jam masuk sekolah dimulai.
“Awalnya pada pagi hari pas masuk sekolah, kami mendapati enam orang siswa dari Kelas XI Jurusan Kecantikan mengalami mual-mual hebat hingga muntah. Melihat kondisi yang semakin lemas, keenam siswa tersebut langsung kami larikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis segera” ujar Herman dengan raut wajah cemas.
Namun, situasi ternyata belum mereda. Tak berselang lama setelah evakuasi pertama, laporan serupa kembali muncul dari ruang kelas yang berbeda. Siswa dari Kelas X Jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP) mulai mengeluhkan rasa sakit yang sama.
“Setelah rombongan pertama dibawa, ada lagi anak didik kita dari kelas X OTKP yang juga mengeluhkan gejala serupa. Tanpa menunggu lama, mereka juga langsung kami bawa ke rumah sakit” terang Herman lebih lanjut.
Hingga pukul 11.00 Wib, total tercatat 14 siswa yang harus menjalani perawatan intensif di bawah pengawasan tim medis Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi. Berdasarkan keterangan pihak sekolah, dugaan keracunan ini merujuk pada menu yang disantap para siswa pada hari sebelumnya, Selasa (10/2/2026).
Menu tersebut diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidikalang 3 yang berlokasi di Jalan Palapa No. 7, Sidikalang. Program MBG yang sejatinya bertujuan untuk meningkatkan kualitas nutrisi pelajar ini kini tengah menjadi sorotan tajam.
Pihak sekolah dan orang tua siswa kini menunggu hasil investigasi laboratorium terkait sampel makanan yang dikonsumsi untuk memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan massal ini. Sementara itu, kondisi para siswa dilaporkan masih dalam penanganan medis di ruang IGD dan rawat inap RSUD Sidikalang.
Kasus ini menambah daftar panjang evaluasi pelaksanaan program distribusi gizi di wilayah Sumatera Utara, khususnya dalam memastikan standar keamanan pangan dan sterilitas di setiap satuan pelayanan pemenuhan gizi.
Penulis : Bambang Ermansyah









