Infosumut24 | Dairi – Proses evakuasi bangkai mobil ambulans Toyota Innova milik RSUD Muhammad Ali Kasim Gayo Lues yang terjun ke jurang sedalam 300 meter di Desa Kutabuluh, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi berlangsung sangat menegangkan, Senin (15/6/2026).
Medan yang nyaris vertikal dengan kemiringan ekstrem menjadi rintangan terbesar bagi tim gabungan untuk mengangkat bangkai kendaraan dari dasar tebing.
Sejak Selasa pagi (16/6) personel gabungan dari TNI, Polri, dibantu puluhan warga dan relawan berkumpul di tepi Lintas Medan – Kutacane. Evakuasi kendaraan ini terpaksa menggunakan sistem katrol manual dan tali sling baja yang dikaitkan ke kendaraan besar di badan jalan, mengingat mobil derek khusus kesulitan menjangkau titik jatuh akibat rapatnya vegetasi hutan di dinding jurang.
Proses pengangkatan bangkai mobil berjalan sangat lambat dan penuh kehati-hatian. Beberapa petugas bahkan harus turun bergelantungan menggunakan tali pengaman (safety rope) ke dasar jurang guna memastikan posisi ikat tali sling pada sasis mobil tidak bergeser.
“Kondisi mobil sudah ringsek total dan tersangkut di antara pepohonan besar di bawah. Setiap beberapa meter ditarik, petugas di bawah harus memotong dahan pohon yang menghalangi laju mobil” ujar salah seorang warga yang ikut membantu di lokasi.
Ketegangan sempat memuncak saat proses penarikan mencapai setengah dinding jurang. Beban mobil yang berat ditambah tersangkut akar pohon sempat membuat tali penarik menegang maksimal hingga berbunyi keras. Petugas terpaksa menghentikan penarikan beberapa saat untuk merestrukturisasi jalur katrol demi menghindari tali putus yang bisa membahayakan keselamatan tim di bawah.
Setelah bertaruh nyawa dan menguras tenaga selama lebih dari lima jam, sorak sorai warga dan petugas pecah saat hidung mobil ambulans yang sudah hancur itu akhirnya muncul di permukaan tebing. Puluhan warga langsung bergerak cepat bergotong-royong menarik sisa badan mobil menggunakan tali tambang berukuran besar hingga berhasil bertumpu sepenuhnya di atas aspal jalan raya.
Kondisi ambulans tersebut tampak rusak parah; seluruh kaca pecah, atap mobil melesak ke dalam, dan roda depan ringsek tak berbentuk akibat benturan hebat saat berguling sejauh ratusan meter. Bangkai armada medis tersebut kini telah diamankan oleh pihak Satlantas Polres Dairi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab pasti kecelakaan.
Penulis : Bambang Ermansyah









