Infosumut24 | Dairi – Kepolisian resor Dairi menindaklanjuti laporan terkait keributan yang terjadi di Pasar Sidikalang, yang terjadi pada hari Rabu (20/5/2026).
Kasi Humas Polres Dairi, AKP. Syahril Ramadhan mengatakan, keributan tersebut terjadi antara dua ibu rumah tangga yakni KBS dan CAM. Kedua terlibat adu mulut, hingga menyebabkan tindak penganiayaan yang menyebabkan keduanya saling melapor.
“Ya. Keduanya sudah saling melapor, dimana KBS membuat laporan ke Polres Dairi dan CAM ke Polsek Sidikalang Kota” ujarnya, Selasa (7/7/2026).
Menurut laporan KBS, dirinya mendapat tindak penganiayaan, yang mengakibatkan jari tengah tangan kanannya putus sepanjang 1 cm usai di gigit CAM, Atas perbuatan itu pula CAM saat ini mendekam di sel tahanan Polres Dairi.
Sementara itu, CAM melaporkan KBS ke Polsek Sidikalang, mengaku awalnya dia di siram pakai Air Panas yang ada di dalam Botol dot sertabmendapat tindakan kekerasan pada bagian leher sebelah kanan memar kemerahan, hingga bengkak di bibir, bagian wajah CAM bertubi tubi cakar oleh KBS hingga jari tangan KBS masuk kedalam mulut CAM hal itu pula yang membuat CAM replex mengigit tangan KBS hingga ujung kukunya putus.
“Saat ini laporan tersebut sudah dalam tahap penyidikan, dan sudah dilaksanakan gelar penetapan tersangka” jelasnya.
Polres Dairi sudah melakukan upaya mediasi kepada kedua belah pihak, namun hal tersebut tidak mendapat titik terang. Alhasil, kedua laporan tersebut akan diproses secara hukum yang berlaku di NKRI.
“Sudah dilakukan mediasi, namun tidak ada titik terang. Saat ini laporan keduanya sedang dalam proses oleh tim penyidik, tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun” tegas Kasi Humas.
Adapun kejadian tersebut disebabkan oleh hal yang sepele, dimana awalnya KBS menerima laporan dari anaknya yang menangis usai dimarahi anak CAM. KBS pun kemudian menasehati anak CAM, dan langsung kembali ke kios dagangannya.
CAM pun kemudian datang ke kios milik KBS, dan langsung melabrak KBS. Keduanya pun saling adu mulut, hingga terjadi tindak kekerasan.
Penulis : Boby Rahman Manik









