INFOSUMUT24|| TAPANULI UTARA-Sejumlah kegiatan revitalisasi baik tingkat SD dan SMP serta SMA/SMK menjadi polemik bagi penanggung jawab kegiatan revitalisasi,pasalnya kegiatan tersebut dilapangan dapat dikatakan menyimpang dari ketentuan/aturan yang sudah diterapkan sebelumnya.Tetapi umumnya mencakup pedoman pengelolaan dana secara swakelola, partisipasi masyarakat, dan penggunaan dana yang transparan dan akuntabel.Akan tetap hal tersebut lari dari kenyataan dilapangan.Hal itu disampaikan Manogar Nababan selalu pengamat Pendidikan kepada Infosumut24.id,Selasa (28/10/2025) di Pasar Siborong-borong.
Salah satu contoh kegiatan revitalisasi di SD Negeri 173300 Lumban Tongatonga Siborong-borong,dimana pondasi lantai ruangan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sudah ditentukan,sehingga nantinya akan menimbulkan pergeseran kramik setelah dipasang.Juga,pada papan kegiatan ni proyek,tidak ada di cantumkan gambar dan RAB kegiatan pada lokasi kegiatan.Padahal di SD Negeri 173298 Sitabotabo terlihat ditancapkan gambar dan RAB ruangan kelas Yanga akan dibangun.ujar Manogar Nababan dengan tegas.

Keterangn Foto : Kegiatan Revitalisasi SD Negeri 173298 Sitabotabo dengan menancapkan RAB gambar ruangan kelas yang dikerjakan.(dok/infosumut).
“Sebelum mengerjakan lantai,tentu harus menggunakan pasir gunung untuk sebagai pondasi sebelum dikeramik.Namun kenyataan dilapangan,rata-rata revitalisasi ruangan kelas tidak menggunakan pasir gunung sebagai pondasi.Juga demikian dalam pemasangan baja ringan, kebanyakan menggunakan ganjalan kayu,bukan langsung kaki baja ringan disemen satu badan dengan pondasi tembok”.jelas Manogar Nababan.
Sejumlah Kepala Sekolah di Kecamatan Siborong-borong yang mendapat revitalisasi tidak mengetahui cara kerja kegiatan revitalisasi,dan bahkan tidak mengacu pada RAB yang sudah ditentukan,bahkan ada yang tidak memberdayakan masyarakat sekitaran kegiatan revitalisasi.Bahkan sepertinya kegiatan tersebut diborongkan kepada rekanan maupun Suplayer.
Salah seorang Kepala sekolah yang tidak ingin namanya disebut mengatakan,pada rapat hari Senin 17 Oktober 2025 dikantor Bupati yang langsung dipimpin oleh Bupati didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Inspektorat.Bupati langsung bertanya,tolong tunjuk tangan siapa disini Kepala Sekolah yang tidak memberdayakan masyarakat setempat sebagai pekerja dalam kegiatan,namun semua hanya diam saja,seakan-akan semua Kepala Sekolah memberdayakan masyarakat setempat.
Penulis : Freddy Hutasoit
Editor : Redaksi Infosumut24. id









