INGOSUMUT24 | OKU Timur – Banjir bandang di OKU Timur beberapa hari yang lalu berdampak luas pada sektor pertanian. Sedikitnya 5000 Hektar lahan pertanian padi yang terkena banjir. Hal ini seperti yang di sampaikan Sekdin Pertanian OKU Timur, Anis kepada reporter Infoaumut24, Senin (12/1/2026).
Menurut Anis, saat ini teamnya sedang turun kelapangan mendata seberapa banyak pertanian padi sawah yang mati fuso.
“Kami sedang mendata secara keseluruhan, saat ini baik UPT dan para PPL sedang berada dilapangan untuk mengecek langsung. biar bisa kita mengupayakan bantuan untuk para petani, baik itu bantuan dari Provinsi maupun dari Kabupaten sedang kita upayakan” ujar Anis.
“Bantuan yang kita upayakan saat ini berupa bibit agar petani padi dapat segera menanam kembali lahan mereka yang terdampak” tambahnya.
“Dari 5000 Hektar tanaman padi terdampak, yang paling parah dan paling luas terdapat di Kecamatan Semendawai Suku lll, seluas 1200 Hektar, memang banjir beberapa hari yang lalu terparah dan paling luas” kata Anis.
“Kita berharap agar banjir yang terjadi ini dapat dengan cepat surut. kasihan para petani” ujar Anis..
Sementara itu, Slamet petani padi di Kecamatan Belitang mengatakan bahwa saat ini kondisi tanaman padinya sudah mulai membusuk hal tersebut di akibatkan tanaman padinya terendam banjir hingga 4 hari. Setelah mulai surut, terlihat daun padinya sudah mulai busuk.
Slamet menghawatirkan padinya bakal gagal panen. Kendati demikian Slamet berharap kepada Pemerintah agar penanganan masalah ini jangan di anggap remeh menurutnya saat ini mereka para petani sudah bingung melihat kondisi tananan padi mereka.
Terpisah Warto warga Marga Cinta, Kecamatan Belitang Madang Raya juga mengeluhkan bahwa tanaman padi miliknya sudah terlihat hancur daun padinya sudah habis membusuk air pun masih menggenangi sawah miliknya. dirinya hanya bisa pasrah melihat tanaman padinya tersebut.
Penulis : Parlin









