INFOSUMUT24 – Sebanyak 7 paket proyek kegiatan di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Tahun Anggaran (TA) 2024 Kabupaten Taput – Sumut dinilai tidak “becus” atau dapat disebut asal jadi. Dimana fisik kegiatan yang dikerjakan sudah hancur dan diduga kuat tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sudah ditentukan.
“Sudah kita lihat secara langsung fisik kegiatan yang sudah terlaksana pada Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Sisordak senilai Rp. 1.573.000.000 dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Sidoras kiri/ kanan senilai Rp. 1.779.000.000, semua amburadul/ asal jadi. Belum lagi yang 5 paket lagi kita sampaikan” ujar Tua Hutasoit, Pemerhati Pembangunan Tapanuli Utara, Senin (17/2/2025).
Lanjut Tua Hutasoit, “Melihat kontraktor atau pemborong yang mengerjakan sejumlah kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi TA 2024, semua yang terlibat adalah orang dekat mantan Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan. Tentu ada dugaan hasil kegiatan yang dikerjakan TA 2024 dikerjakan asal jadi untuk menutupi Tuntutan Ganti Rugi (TGR) kegiatan tahun sebelumnya. Dimana sejumlah Panitia dan bahkan PPK sudah dimintai keterangannya oleh penyidik, baik dari Kejaksaan dan Tipidkor terkait kegiatan proyek tahun sebelumnya”.
Menanggapi hal itu juga, Direktur Eksekutif IP2 BAJA Nusantara, Djonggi Napitupulu mengatakan “Sudah kita siapkan surat yang akan kita sampaikan kepada pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Polda Sumatera Utara, Dinas PUTR serta Perusahaan/ rekanan yang mengejakan kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi TA 2024 di Kabupaten Tapanuli Utara”.
“Kita sudah melihat sendiri fisik kegiatan di akhir Tahun 2024. Jauh dari yang diharapkan kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi yang sudah ditentukan pada RAB. Ini ada indikasi kuat untuk menutupi aib kegiatan tahun sebelumnya. Kita tetap komitmen membuka kegiatan tahun 2020 terutama dari pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)” tegas Djonggi Napitupulu.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada kegiatan ke- 7 paket Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tapanuli Utara, Rickson Tamba juga tidak merespon konfirmasi.
Kepala Dinas PUTR Kabupaten Tapanuli Utara, Dalan Simanjuntak saat dikonfirmasi atas dugaan anggaran kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi tidak sesuai yang diharapkan, bahkan diduga anggaran untuk biaya pengamanan terhadap APH, mengatakan “Terkait fisik kegiatan akan segera diperbaiki, sebab masa waktu pemeliharaan masih ada. Dan bahkan segera akan diperbaiki, dan sudah saya perintahkan anggota turun kelokasi kegiatan”.









