INFOSUMUT24 – Sampai saat ini aktifitas perjudian dan peredaran narkoba khususnya sabu di Jermal 15 Gang Perjuangan Tanah Garapan dan Gang Kasih masih, Jermal 17 dan Jermal 12 bebas beroperasi, bahkan banyak para anak sekolah dan kaum muda yang sudah rusak keluar masuk kelokasi ekstrim tersebut hanya untuk mengisap sabu, Selasa (15/10/2024).
Eksisnya menjalankan bisnis haramnya dengan mengelola narkoba dan perjudian lokasi Jermal 15, Jermal 17 dan Jermal 12 diduga akibat adanya oknum petinggi di Kepolisian yang membekingi.
Pantauan langsung dari salah satu rumah di Jermal 15, bahwa lokasi menyediakan alat hisap sabu juga menjual ekstasi dan ganja dengan terang terangan, bahkan bong alat hisap sabu hanya diletakkan diatas meja tanpa disembunyikan. Setiap pecandu sabu bila ingin memompa hanya cukup membawa uang karena alat hisapnya langsung disediakan dengan sistim pakai bayar sebesar Rp. 5.000 dan untuk membeli sabu bisa hanya sebesar Rp. 50.000.
Melihat dari permainan segala jenis judi slot dan peredaran narkoba yang sudah tingkat darurat, perputaran uang di Jermal 15, Jermal 17 dan Jermal 12 mencapai ratusan juta perharinya.
“Masih tetap buka lokasinya Pak, tolong lah bagaimana supaya bisa ditutup, jadi kami yang macam pendatang di kampung kami sendiri, makin suka suka para bandar narkoba mengedarkan barang haram narkoba dan perjudian suara musik keras keras dari malam sampai subuh” kata warga.
“Kalau kami demo pasti ada intimidasi, di belakang pengedar narkoba dan pengelola judi itu oknum oknum aparat semua pak. Kami bingung juga, malahan menjelang Pilkada kondisi lingkungan kami Jermal 15 Gang Perjuangan Tanah Garapan dan Gang Kasih” tukas warga.
“Dibuat seperti ini, ini sangat menggangu, apakah ini bukan gangguan namanya?” kesalnya diamini warga
Kapolda Sumut, Irjen. Pol. Whisnu Nugraha Februanto enggan memberikan tanggapan Direktorat Narkoba Poldasu, Kombes. Pol. Yemi Mandagi acap kali dikonfirmasi selalu bungkam.









