Infosumut24 – Pertemuan Plt. Bupati Simalungun, Zonny Waldi bersama Robert Ambarita melahirkan cerita baru, dimana sebelum pertemuan kedua orang yang sedang viral yang dibalut politik, adanya sosok Jan Toguh Damanik yang terlebih dahulu bertemu dengan Plt. Bupati Simalungun.
Warga Nagori Durian Banggal, Kecamatan Raya Kahean, Kabupaten Simalungun namun berdomisi di Kota Medan ini, menjadi saksi atas pertemuan yang membuahkan Plt. Bupati Simalungun dilaporkan ke Bawaslu.
Seorang sumber mengatakan kepada redaksi Infosumut24 bahwa sebenarnya pertemuan ini, pertama sekali yang berjumpa dengah Plt. Bupati Simalungun adalah Jan Toguh Damanik dan saat itu Robert Ambarita masih diruang tunggu, sehingga karena tidak sabar lagi menunggu Robert mengatakan kepada ajudan Plt. Bupati supaya menyampaikan kepada Plt. Bupati bahwa dia pulang karena sudah terlalu lama menunggu, Minggu (29/9/2024).
Namun, Plt. Bupati Simalungun langsunnlg menghampiri Robert Ambarita dan meminta bergabung ke ruangan yang dimana sudah ada Jan Toguh Damanik.
Namun, sesuau informasi didapat redaksi Infosumut24 ada percecokan atau pembicaraan sengit antara Plt. Bupati dengan Jan Toguh Damanik terkait adanya dugaan bahwa Jan Toguh Damanik meminta dan terkesan diduga kuat memaksakan kehendaknya supaya Plt. Bupati pro dan berpihak kepada Paslon RHS – Azi.
Saat pembicaraan yang mulai panas, malah Robert Ambarita yang konon belakangan ini dihujan dengan balutan politik karena masa Pilkada melerai dan memberikan pendapat dan saran kepada Jan Toguh Damanik supaya meminta kepada Plt. Bupati dan para ASN Pemkab Simalungun netral pada pesra demokrasi 2024.
Jan Toguh Damanik, saat dikonfirmasi redaksi Infosumjt 24 terkait benar yang duluan masuk keruangan dan ketemu dengan Plt. Bupati Simalungun adalah dirinya bukan Robert Ambarita dan saat pertemuan bersama Plt. Bupati Simalungun, Zonny Waldi, Robert Ambarita dan dirinya (Jan Toguh Damanik.red) terjadi percecokan dugaan adanya memaksakan kehendak supaya Plt. Bupati berpihak kepada Paslon RHS – Azi dan siapa yang menyuruhnya untuk jumpai Plt. Bupati Simalungun dan mengajak supaya PNS untuk berpihak kepad Paslon RHS – Azi. Namun sampai berita ini terbit tidak bersedia memberikan informasi dan menjawab konfirmasi.









