INFOSUMUT24|| SIBORONG BORONG-Beredar dalam publikasi disalah satu Media Lokal yang menyatakan Plt Kepala Sekolah SMPN 4 Siborong-borong inisial JS (57) disebut doyan selingkuh. Dan bahkan JS disebut juga memiliki moral bejat.
Menanggapi hal itu, Plt Kepala Sekolah SMPN 4 Siborong-borong Juniarta Simamora,Spd.,M.Pd kepada sejumlah reporter Media diruangan’nya mengatakan, ”saya tidak terima atas pemberitaan tersebut yang menyampaikan tudingan kepada saya doyan selingkuh, dan tudingan itu tidak berdasar kepada saya”.
Untuk itu, saya selaku yang di tuduh telah memberikan hak jawab saya kepada redaksi media yang memberitakan, dan bahkan sudah kita kirimkan surat keberatan kita kepada Dewan Pers di Jakarta. Dimana publikasi tudingan itu kepada saya tidak berdasar tanpa konfirmasi langsung kepada saya.
Lanjut Juniarta Simamora, ”kita pernah dipanggil ke Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara untuk menjelaskan terkait mengenai pertanggung jawaban Dana Bos Januari-Juni. Dan wajar dipertanyakan realisasi anggaran pada Kepala Sekolah yang saya gantikan dan kepada Bendahara Sekolah, Namun pada saat itu mantan Kepala Sekolah dan Bendahara menyampaikan dihadapan Sekretaris Dinas Pendidikan bahwa penggunaan anggaran yang belum dibayarkan telah dibayarkan melalui transfer dan bahkan disebut sisanya akan segera di transfer kepada pihak pengusaha/rekanan penyedia. Namun setelah selesai pertemuan, langsung saya cek kebenaran’nya, ternyata banyak kegiatan belum dibayarkan. Sehingga saya ganti Bendahara Sekolah dan mereka meminta untuk membuat surat pernyataan diatas materai 10.000”.
Untuk itu, saya menduga munculnya tudingan/tuduhan itu kepada saya karena saya meminta pertanggung jawaban anggaran harus transparan. Dimana sebagian yang saya anggap tidak seirama bekerja memperbaiki sekolah SMPN 4 ini saya ganti, bahkan pengusaha kantin juga saya ganti. Ucap Juniarta Simamora.
Kapolres Tapanuli Utara AKBP Ernis Sitinjak,SH.,S.I.K melalui Kasi Humas Polres Aiptu W.Baringbing saat dikonfirmasi atas akan membuat laporan atas pemberitaan terkait Kepala Sekolah doyan selingkuh oleh salah satu wartawan media lokal mengatakan, ”itu tidak akan duduk laporan’nya,sebab hal itu sudah berita publikasi media dan itu sudah tanggung jawab perusahaan media, bukan wartawan’nya. Seharusnya Kepala sekolah membuat hak jawab kepada redaksi perusahan media dan juga menyurati pihak Dewan Pers”. Jelasnya.
Penulis : Freddy Hutasoit
Editor : Redaksi Infosumut24









