INFOSUMUT24 ||PAKPAK BHARAT – Sebuah kecelakaan mengerikan menimpa kendaraan mobil Innova warna silver pada Senin malam (29/03/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di kawasan Lae Kombih, yang terletak di perbatasan Kabupaten Pakpak Bharat (Sumatera Utara) dan Kabupaten Subulussalam (Aceh). Kendaraan yang sedang dalam perjalanan dari arah Pakpak Bharat menuju Subulussalam diketahui telah tergelincir dan jatuh ke dalam jurang yang cukup dalam.
Menurut informasi awal yang diterima dari pihak masyarakat sekitar yang menemukan tanda-tanda kecelakaan, mobil tersebut terlihat meluncur keluar rel jalan sebelum akhirnya menghilang dari pandangan dan jatuh ke jurang yang berada di sisi kiri jalan raya. Lokasi kejadian dikenal sebagai daerah dengan medan yang cukup bergelombang dan jalan yang berkelok-kelok, dengan kondisi jalan yang kadang licin terutama saat malam hari atau setelah hujan.
Kendaraan yang mengalami kecelakaan dikemudikan oleh Rudy Simanjuntak, yang sedang ditemani oleh istrinya, Risma Br Tumangger. Kedua korban saat ini masih dalam status hilang dan belum ditemukan oleh tim penyelamat yang telah melakukan upaya pencarian sejak dini hari Selasa (30/03/2026).
Ganda Tumangger, adek ipar dari Rudy Simanjuntak, yang telah tiba di lokasi kejadian bersama beberapa anggota keluarga lainnya, mengungkapkan harapannya agar kedua korban dapat segera ditemukan. “Kami berharap dengan segenap hati bahwa kakak ipar saya Rudy dan kakak Risma dapat ditemukan dengan selamat. Tim penyelamat sudah bekerja keras sejak pagi ini, dan kami terus berdoa agar proses pencarian berjalan lancar dan ada kabar baik dari mereka,” ujar Ganda dengan suara yang penuh haru saat ditemui di lokasi posko penyelamatan.
Tim gabungan penyelamat yang terdiri dari petugas Kepolisian Resor Pakpak Bharat, Basarnas Sumatera Utara, serta relawan masyarakat lokal telah melakukan berbagai upaya untuk mencapai lokasi dasar jurang di mana diperkirakan mobil tersebut berada. Keterbatasan akses jalan dan medan yang berat menjadi tantangan utama dalam proses pencarian. Petugas juga harus berhati-hati mengatasi lereng jurang yang curam dan berpotensi longsor.
Kepala Seksi Operasional Polres Pakpak Bharat, Akp Mulia P Simamora, SH, menyampaikan bahwa tim penyelamat akan terus melakukan upaya maksimal. “Kami telah mengerahkan seluruh sumber daya yang kami miliki. Saat ini tim sedang melakukan pendekatan dari beberapa titik untuk mencapai lokasi yang diperkirakan menjadi tempat jatuhnya mobil. Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait di Kabupaten Subulussalam untuk mendapatkan dukungan tambahan dalam proses pencarian,” jelasnya.
Masyarakat sekitar juga turut berperan aktif dalam membantu proses penyelamatan, antara lain dengan memberikan informasi mengenai kondisi medan sekitar lokasi kejadian, serta menyediakan bantuan logistik bagi tim penyelamat. Beberapa warga menyampaikan bahwa pada malam kecelakaan, mereka tidak mendengar suara ledakan atau jeritan yang mencolok, sehingga kecelakaan baru diketahui pada pagi hari ketika ada pengendara yang menemukan jejak ban mobil yang keluar jalan dan bekas goresan di tepi jalan raya.
Kelompok keluarga korban yang berkumpul di lokasi kejadian terus menghadiri setiap perkembangan dari proses pencarian. Mereka menyediakan tenda kecil sebagai posko sementara dan terus melakukan doa bersama untuk keselamatan Rudy Simanjuntak dan Risma Br Tumangger. Ganda Tumangger menambahkan, “Kami tidak akan menyerah sebelum mereka ditemukan. Setiap detik yang berlalu sangat berharga bagi kami, dan kami berharap agar proses pencarian dapat segera memberikan hasil yang diharapkan.
Pada sore hari ini, tim penyelamat melaporkan bahwa mereka telah mendeteksi adanya tanda-tanda benda logam yang kemungkinan merupakan bagian dari mobil di dasar jurang, namun masih membutuhkan waktu untuk mencapai lokasi tersebut akibat kondisi medan yang sangat sulit. Upaya pencarian diperkirakan akan terus berlanjut hingga larut malam dengan dukungan penerangan dari alat bantu yang dibawa oleh tim penyelamat.
Penulis : Bambang Ermansyah









