INFOSUMUT24 – Pengendalian peredaran sabu dan judi di Germal 15 baik Tanah Garapan maupun Gang Kasih dan lokasi lainya tidak sukses dilakukan Direktorat Narkoba Polda Sumut. Nyatanya sampai saat ini Jermal 15 makin eksis tanpa tersentuh hukum, bahkan pengendali lokasi Germal 15 dan para bandar sabu bak menjual kacang rebus tanpa bersembunyi sembunyi untuk menjual sabu dan melakukan segala jenis perjudian, Rabu (9/10/2024).
Bukannya makin menyempit dan usaha peredaran dan konsumsi sabu, inex serta ganja dan segala jenis perjudian semakin melebar dan menyebar semakin besar di kawasan germal 15.
Informasi terbaru kini ada 5 lokasi besar di Germal 15 yang dulunya hanya dua lokasi kini menjadi 5 yakni Germal 15 jalan Pahlawan Gang Pahlawan Tanah Garapan, Kecamatan Percut Sei Tuan. Gang Kasih jalan Germal 15 Kecamatan Medan Denai, Germal 7 Kecamatan Medan Denai jalan Pahlawan Tanah Garapan dekat jalan Tol dan Germal 12
C. Sitepu kepada wartawan Infosumut24 mengatakan “Makin besar lah pak sekarang makin lebar wilayah kekuasaan Guntur Sy sampai dekat jalan tol sana juga ada lokasi sama bebas area narkoba dan judi”.
Pantauan, di Germal 15 menyediakan berbagai tempat untuk mengunakan narkoba jenis sabu. Setiap orang yang mau mompa sabu harus terlebih dahulu membayar Rp. 5.000 untuk jasa penggunaan alat isap/ bong.
“Mau nyabu harus membayar alat isap sabu 5K Rupiah. Namun para bandar sabu seperti pajak pajak, yang bebas berjualan, dan aktivitas perjudian sangat bebas terkesan dilindungi, sekelas Dirnarkoba Polda Sumut aja mungkin tidak mampu menutup lokasi Germal 15” ucap Sitepu.
“Kalau pengelola dan bandar sabu sepertinya tidak takut kepada Kapolrestabes Medan dan Kapolda Sumut, makanya bebas dan makin eksis, asalah jangan bahwa ada dugaan mereka ikut membekingi lokasi Germal 15 ini” sebutnya.
Kapolda Sumut, Irjen. Pol. Whisnu Nugraha Februanto dan Direktorat Narkoba Poldasu, Kombes. Pol. Yemi Mandagi sampai berita ini diterbitkan belum memberikan jawaban atas konfirmasi terkait bebasnya peredaran sabu dan perjudian di lokasi Germal 15.
Masyarakat sangat kecewa atas kinerja Kapolda Sumut maupun Dirnarkoba Polda Sumut, sehingga meminta kepada Kapolri supaya langsung turun tangan untuk menangkap pengelola dan juga bandar besar narkoba Germal 15, Guntur Sy.









