Infosumut24 – Belakangan ini Paslon Bupati Simalungun RHS – Azi kembali memainkan politik membawa program sikerja pada acara ramah ramah dengan warga penggiat UMKM, dalam acara pertemuan ramah ramahbyang dibalut politik tersebut, Calon Bupati Petahana, Radiapoh Hasiholan Sinaga (RHS) kembali mecetuskan Sikerja yang padahal momok buruk bagi dirinya atas hasil kampaye periode pertama. Dimana kartu sikerja diduga menjadi ajang pembohongan bagi 700 ribu an warga Kabupaten Simalungun.
Anehnya, viral juga isteri RHS yang belakangan getol melakukan kampanye pada salah satu acara kampanye menjelaskan bahwa program kartu sikerja bukan semata mata uang Rp. 50.000.000 hal ini menimbulkan bahan tertawaan bagi Ratnawati Sidabutar yang berusaha memperbaiki citra buruk suaminya, tetapi menjadi salah satu alasan bahwa bukan hanya RHS, malah isterinya juga diduga kuat berupaya membenarkan kebohongan yang terjadi selama ini.
Ketum LSM Forum13 Indonesia, Syamp Siadari kepada redaksi Infosumut24 menjelaskan bila RHS memainkan Kartu Sikerja kembali itu sah sah saja tetapi meminta warga Simalungun supaya waspada jangan kena prank kedua kalinya, Rabu (2/9/2024).
“Bila benar baik itu Calon Bupati Petahana, RHS kembali memainkan Kartu Sikerja dan membagikan seperti kompresor, kuali dan kompor bagi pelaku UMKM itu kan hanya kepada sebagian kecil warga padahal menyeluruh warga Simalungun sudah sangat kecewa dan merasa dibohongi RHS dengan program kartu Sikerjanya, jadi nga begitu bermanfaatlah untuk me dongkrak suara nantinya” ucap Syamp.
“Lagian kita bingung, itukan program kampanye saat RHS berpadangan dengan Zonny Waldi, kenapa saat RHS masih aktif selama 5 tahun menjabat Bupati Simalungun itu direalisasikan dan kenapa saat kembalu mencalonkan kembali menjadi Calon Bupati Simalingun berpasangan dengan Azi Pasaribu malah dilaksanakan, apa ini akan kembali mem prank atau upaya membohongi warga” jelas Syamp.
“Bingungnya kita atas pernyataan, Rantawati Sidabutar dihadapan warga saat melakukan safari politik di beberapa Nagori menjelaskan Kartu Sikerja bukan semata mata dengan jumlah uang Rp. 50.000.000, lah kan dikartu Sikerja yang dijadikan suami permainan politik yang menjadikan warga Simalungun korban prank tercatat sampai dengan Rp. 50.000.000 lah kalau seperti yang Ibu ini bilang hanya diberikan kompor gas dan kuali apakah itu sudah masuk bantuan UMKM” tegas Syamp.
Syamp juga meminta, supaya Ratnawati supaya jangan terlalu fulgar kali, karena kasus dugaan korupsi kegiatan PKK di Tanah Karo dengan anggaran dari kegiatan PPKM Penanggulangan Covid- 19 Tahun Anggaran 2021 dengan taksasi penyimpangan ADD sebesar Rp. 2.5 Miliar masih ada berkas laporanya di KPK.
“Pesan saya kepada warga Simalungun jangan menjadi korban kebohongan kedua kalinya hanya karena kepentingan politik seseorang dengan kelompoknya” tutup Syamp.









