INFOSIMUT24 | Serdang – Satuan Reserse Narkoba Polresta Deliserdang kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika, kali ini tim berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis sabu dengan berat bruto ±21.142 gram atau lebih dari 21 kilogram, Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 09.00 Wib.
Kapolresta Deliserdang, Kombes. Pol. Hendria Lesmana melalui Kasatres Narkoba, Kompol. Fery Kusnadi menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan intensif yang telah dilakukan sejak Minggu malam (8/2). Informasi awal diperoleh dari jaringan intelijen dan informan yang menyebutkan akan adanya pengiriman sabu dari Aceh melalui wilayah Belawan dan selanjutnya dikirim menuju Jakarta.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim yang dipimpin Kasat Resnarkoba melakukan pemantauan terhadap dua orang terduga pelaku di kawasan Pajak Baru, Belawan. Pada Senin malam (9/2), salah satu terduga terpantau bergerak menuju jalan SM. Raja sebelum kembali ke Belawan.
Keesokan harinya, Selasa (10/2) sekitar pukul 06.00 Wib, tim kembali memonitor pergerakan kedua terduga yang menaiki transportasi daring menuju Jalan Medan – Lubuk Pakam. Keduanya terlihat membawa satu tas ransel dan satu koper pakaian.
Sekitar pukul 09.00 Wib, saat berada dijalan Lintas Medan – Lubuk Pakam, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang, petugas melakukan penyergapan dan berhasil mengamankan dua pria berinisial R (29), warga Kabupaten Bireuen dan Z (34), warga Medan Belawan.
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 20 bungkus plastik teh Cina berwarna hijau yang diduga berisi sabu. Sepuluh bungkus ditemukan di dalam tas gunung berwarna biru dan sepuluh bungkus lainnya di dalam koper pakaian berwarna pink. Total berat bruto keseluruhan mencapai ±21.142 gram. Selain itu, turut diamankan dua unit telepon genggam Android yang diduga digunakan untuk komunikasi dalam transaksi.
Berdasarkan hasil interogasi awal, sabu tersebut rencananya akan dikirim ke Jakarta dan saat ini, kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Kantor Satresnarkoba Polresta Deliserdang untuk proses penyidikan lebih lanjut.
“Pengungkapan ini merupakan bentuk keseriusan Polresta Deli Serdang dalam memutus mata rantai peredaran narkotika, khususnya jalur lintas provinsi. Tidak ada ruang bagi pelaku peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Polresta Deliserdang” tegas Kapolresta Deli Serdang saat diwawancarai.
“Kita juga tetap mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi guna mendukung pemberantasan narkoba secara berkelanjutan” tutupnya.
Penulis : Frans Siregar/ ReL









