INFOSUMUT24 | Taput – Data terkini terkait peristiwa bencana alam tanah longsor dan banjir yang melanda Kabupaten Tapanuli Utara diinformasikan telah menerjang 53 titik lokasi yang menimbulkan dua warga meninggal dunia dan 29 orang lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian tim evakuasi.
“Informasi terkini, bencana banjir dan tanah longsor terjadi di 53 titik lokasi yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan 17 orang hilang masih dalam pencarian tim evakuasi” ungkap Kasi Humas Polres Taput, AIPTU. Walpon Baringbing dalam keterangannya, Kamis (27/11/2025).
Disebutkan, dua orang korban meninggal dunia yakni Bangun Sitompul (53) dan anaknya Rey Bastian Sitompul (1) warga Desa Adiankoting, Kecamatan Adiankoting, saat rumah huniannya tertimbun diterjang longsor. Sementara, Betty Hutabarat (40), istri mendiang Bangun hanya mengalami luka luka.
Selain korban meninggal dunia, 29 korban lainnya dinyatakan hilang pada saat terjadinya Bencana Alam di Wilayah Tapanuli Utara mulai dari Hari senin 24 November hingga Hari kamis 27 November 2025.
Adapun korban meninggal dunia dan korban hilang di beberapa kecamatan akibat dari bencana alam banjir dan longsor di Taput. Berikut rinciannya di Kecamatan Adiankoting.
Pada hari Rabu (26/11/2025) pukul 02.00 Wib dinihari di Desa Adiankoting, Kecamatan Adiankoting rumah tertimbun longsor mengakibatkan rumah warga rusak dan mengakibatkan 1 orang luka yaitu Bangun Sitompul (53) dan anak kandungnya Rey Bastian Sitompul (1).
Sedangkan dinyatakan hilang 29 orang hilang akibat longsor dan menimpa rumah Warga dan mengakibatkan orang hilang di 3 lokasi yaitu Lokasi pertama di Desa Sibalanga, Kecamata Adiankoting, korban antara lain: Nerla Simanjuntak (52), Sumiati (52), Nur (40), Ayu (35), Amel (10), seorang nenek nenek (60), Joksan Hutabarat (55) warga Desa Sibalanga – Adiankoting, Tiomina Simamora (54), Indri Laura Hutabarat (14) sampai sekarang masih berupaya di efakuasi dari tertimpa batu dan tanah longsoran.
DiLokasi kedua di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting Korban antara lain, Seri Hutagalung (60), Jones Sitompul (32), Anak bayi laki laki masih berusia 6 bulan diduga berada di rumah saat kejadian sesuai informasi warga/ saksi pelapor Bernat Hutabarat, sampai sekarang belum bisa dievakusi masih tertimbun longsor tanah dan batu.
Sedangkan Lokasi Ketiga di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, korban antara lain: Gusmeri, Erni Soer br Panggabean, Nita Ayu, Yola, Arkana Prasaja anak laki laki yang masih berusia 1,5 tahun. Jumlah Orang hilang di Kecamatan Adiankoting adalah 17 Orang.
Dijecamatan Parmonangan jumlah orang hilang data data warga Dusun Simarsalaon Desa Pertengahan adalahl, Bungkirno Manalu (30) bersama istrinya boru Sinaga (28), Santiur Marbun (60), Marni br Simanullang, Reza Manalu (5), Ank berusia 3 Tahun yang belum terindefikasi, Anaknya usia sekitar 1.5 Tahun.
Di Desa Hutatua, PT. Partogi Hidro Energy tertimbun longsor, dan info sementara ada 5 orang pegawai yang belum ketemu sampai saat ini, anatara lain: Wilviton Hutasoit (30) Operator PT Tamaris, Gedeon Manalu (25) Operator PT Tamaris, Sahat Manalu (40) Teknisi PT Tamaris, Togu Manalu (26) Teknisi PT Tamaris Alamat, Farida (40) juru masak PT Tamaris. Jumlah orang hilang di Kecamatan Parmonangan adalah 12 orang.
“Jumlah Total orang hilang di Kabupaten Taput sebanyak 29 orang akibat bencana longsor di Taoanuli Utara” ujar Baringbing.
Penulis : Freddy Hutasoit
Editor : Redaksi Infosumut24









