INFOSUMUT24 | Taput – Proyek revitalisasi SD 177928 Purba Sinomba Siborongborong pagu anggaran Rp. 905.411.067 menjadi bahan perbincangan ditengah tengah masyarakat Desa Purba Sinomba, pasalnya dalam aturan kegiatan revitalisasi ini dikerjakan dengan swakelola, melibatkan masyarakat dan UMKM dalam pengerjaan proyek revitalisasi untuk mendorong perekonomian di daerah sekitar. Akan tetapi fakta lapangan proyek ini dikerjakan rekanan dari luar yang merupakan keluarga Kepala Sekolah, Senin (27/10/2029).
“Kepala Sekolah membawa pekerja dari kampungnya dari Desa Silaitlait, Siborongborong, dan bahkan suami Kepala Sekolah bermarga Hutasoit hadir dalam sekolah sebagai pengawas pembangunan. Bahkan kepala tukang disebut bermarga Sihombing yang juga dari kampung Kepala Sekolah” ujar Panjaitan yang juga pernah menawarkan dirinya sebagai tukang.
Simanjuntak, Komite sekolah kepada Infosumut24 mengatakan “Kita tidak pernah di undang terkait kegiatan revitalisasi ini, dan bahkan dilibatkan juga tidak pernah. Namun kita hanya diundang hanya memberitahukan atas kehadiran tukang yang sudahaput disiapkan. Bahkan para pekerja/ tukang bukan berasal dari Desa Purba Sinomba, melainkan warga dari kampung Kepala Sekolah dibuat sebagai pekerja/ tukang”.
Kepala Sekolah SD 177928 Purba Sinomba, Termin Sirait tidak berhasil diwawancarai dikantornya, tetapi seorang staf guru mengatakan ”Ibu Kepala Sekolah tadi pagi pergi belanja bahan bangunan revitalisasi dengan Bendahara Sekolah, dan selanjutnya Kepala Sekolah akan pergi rapat ke kantor Bupati terkait kegiatan revitalisasi ini”.
Pantauan, sejumlah pekerjaan revitalisasi SD 177928 merupakan penduduk Desa Silaitlait dan bukan penduduk Purba Sinomba Desa Pohan Jae.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara, Bontor Hutasoit saat dikonfirmasi atas jarangnya masuk Kantor Kepala Sekolah SD 177928 Termin Sirait mengatakan ”Nanti ada rapat di kantor Bupati dengan Kepala Sekolah yang mendapat revitalisasi dan akan saya ingatkan nanti”.
Pengamat pendidikan, Manogar Nababan mengatakan ”Kita minta kegiatan itu dihentikan sementara, atau dilakukan pengawasan ketat atas kegiatan tersebut. Dimana kita menilai adanya praktek korupsi yang terjadi disana. Salah satunya yakni pekerja/ tukang diambil dari kampungnya Kepala Sekolah dan bahkan suami Kepala sekolah berperan melakukan pengawasan disana dan bahkan Komite Sekolah tidak dilibatkan dalam kegiatan revitalisasi”.
Penulis : Freddy Hutasoit
Editor : Red









