INFOSUMUT24 || PAKPAK BHARAT – Semangat kemanusiaan mengalahkan terjalnya medan di perbatasan Sumatera Utara. Hingga memasuki hari keempat, Kamis (02/04/2026), tim gabungan yang terdiri dari Polres Pakpak Bharat, Basarnas Provinsi, BPBD Kabupaten Pakpak Bharat, serta masyarakat setempat masih terus berjibaku menyisir aliran Sungai Lae Kombih yang dikenal ekstrem.
Upaya pencarian ini difokuskan di Dusun Buludidin, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Sitellu Tali Urang (STU) Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat. Lokasi ini menjadi saksi bisu insiden kecelakaan tunggal sebuah mobil Toyota Kijang Innova dengan nomor polisi BK 1213 SP yang terjun bebas ke dalam jurang sedalam puluhan meter pada Senin malam lalu.
Kapolres Pakpak Bharat, AKBP Muhammad Agustiawan, S.T., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas AKP Amron Simanullang, S.H., mengungkapkan bahwa kondisi geografis di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) menjadi kendala terbesar bagi tim di lapangan.
“Lokasi alam di sekitar TKP sangat menantang. Selain tebing yang curam dan terjal berbatu, kondisi Sungai Lae Kombih sendiri memiliki arus yang sangat deras dengan kedalaman yang cukup signifikan. Hal ini tentu menyulitkan pergerakan personel di bawah,” ujar AKP Amron saat memberikan keterangan di lokasi pencarian.
Meski demikian, AKP Amron menegaskan bahwa rintangan alam tersebut tidak sedikit pun menyurutkan nyali tim gabungan. “Instruksi pimpinan jelas, kami tetap berupaya maksimal. Semangat personel Polres, Basarnas, dan BPBD bersama warga lokal tetap tinggi untuk menemukan korban,” tegasnya.
Tragedi ini bermula pada Senin, 30 Maret 2026, sekitar pukul 23.00 WIB. Mobil nahas tersebut dikemudikan oleh Rudi Simanjuntak (40), warga Desa Tanjung Mulia yang juga tercatat sebagai penduduk Desa Lae Ikan, Penanggalan, Subulussalam. Saat kejadian, Rudi sedang bersama istrinya, Risma Tumangger (39).
Sejak Selasa pagi pasca-kejadian, langkah-langkah darurat telah diambil. Tim tidak hanya melakukan penyisiran manual, tetapi juga mengerahkan teknologi canggih.

“Kami telah mengecek TKP secara mendetail dan menyisir aliran sungai menggunakan camera drone untuk menjangkau titik-titik yang sulit dipantau mata telanjang. Selain itu, tim juga telah memasang tali pengaman serta jaring di beberapa titik strategis di sepanjang aliran Lae Kombih,” jelas AKP Amron.
Mengingat derasnya arus, radius pencarian kini telah diperluas hingga mencapai kawasan Sikelang, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Aceh.
Menutup keterangannya, AKP Amron Simanullang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendoakan agar proses pencarian ini segera membuahkan hasil dan korban dapat ditemukan. Di sisi lain, ia juga memberikan peringatan keras bagi para pengendara yang melintasi jalur lintas Dairi – Pakpak Bharat – Subulussalam.
“Kami mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan agar ekstra waspada. Jalur ini memiliki karakteristik jalan yang sempit, tikungan tajam, dan sangat licin saat hujan turun. Ditambah lagi dengan seringnya turun kabut tebal yang membatasi jarak pandang. Tolong utamakan keselamatan, kurangi kecepatan, dan tetap berhati-hati,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih berada di lapangan, terus menyisir bebatuan dan palung sungai demi menuntaskan misi kemanusiaan ini.
Penulis : Bambang Ermansyah









