INFOSUMUT24.ID – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI akan segera membentuk Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di Provinsi Papua Barat Daya. Inisiatif ini bertujuan untuk membangun kesiapsiagaan nasional dalam mencegah penyebaran paham intoleransi dan radikalisme di wilayah tersebut.
Langkah awal dilakukan oleh Deputi Bidang Pencegahan Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Roedy Widodo, yang mengadakan audiensi dengan Komandan Korem 181/Praja Vira Tama (PVT), Brigjen TNI Totok Sutriono, di Markas Komando Korem 181 di Sorong, Papua Barat Daya, pada Selasa (24/9).
Baca juga: Bupati Nonaktif Labuhanbatu, Erik Adtrada Ritonga, Divonis 6 Tahun Penjara
“Kami melaksanakan audiensi dengan Komandan Korem untuk membahas rencana pembentukan FKPT di Sorong,” ujar Roedy dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.
Roedy berharap perluasan FKPT ke Papua Barat Daya akan memperkuat peran strategis lembaga ini, terutama dalam memberdayakan perempuan, anak, dan remaja. Ia menjelaskan bahwa FKPT merupakan mitra strategis BNPT yang beroperasi di tingkat daerah untuk melaksanakan berbagai tugas pencegahan, termasuk kesiapsiagaan nasional, kontra-radikalisasi, dan deradikalisasi.
“Kami berharap peran FKPT ini semakin menguat,” harapnya.
Sementara itu, Brigjen TNI Totok Sutriono mengungkapkan keyakinannya bahwa pembentukan FKPT di Papua Barat Daya akan efektif dalam mencegah penyebaran ideologi kekerasan yang mengarah pada terorisme. “Saya percaya FKPT ini akan menjadi benteng dalam menghalau ideologi kekerasan di wilayah kami,” ujarnya.
Baca juga: Pramono Anung: ASN yang Mendukung Saya Akan “Di-Persija-kan”
Menurut Peraturan BNPT RI Nomor 1 Tahun 2022 tentang Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme, FKPT memiliki tugas penting dalam penelitian, pengkajian, dan survei terkait paham radikal terorisme serta Indeks Risiko Terorisme. Selain itu, FKPT bertanggung jawab untuk mengembangkan potensi dan kreativitas generasi muda dalam pencegahan tindak pidana terorisme.
Fungsi FKPT juga mencakup pemberian edukasi bagi kelompok perempuan dan anak dalam pencegahan terorisme, serta melaksanakan sosialisasi, dialog, seminar, dan workshop untuk memperkenalkan pemahaman keagamaan yang moderat. FKPT akan menyampaikan literasi informasi mengenai pencegahan terorisme melalui berbagai media, termasuk media massa, buku, majalah, koran, media sosial, pamflet, iklan, dan platform lainnya.









