INFOSUMUT24 || DAIRI – Pengerjaan proyek pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih yang berlokasi di Desa Sinampang, Kabupaten Dairi, kini tengah menjadi sorotan tajam. Proyek yang seharusnya membawa dampak positif bagi ekonomi warga sekitar, justru menuai protes keras karena dinilai mengabaikan aspek lingkungan dan keselamatan publik.
Keluhan ini mencuat ke permukaan setelah salah seorang warga dan juga yang terkena dampak, Viter Manalu, menyuarakan kegelisahannya melalui akun Facebook pribadinya. Dalam unggahan yang viral tersebut, Viter mengungkapkan bahwa material maupun struktur pengerjaan proyek tersebut telah menghambat aliran parit atau sungai kecil yang berada di sekitar lokasi. Akibat penyumbatan tersebut, aliran air yang seharusnya mengalir lancar kini tertahan dan membentuk genangan besar layaknya sebuah bendungan.
Dalam bukti visual yang dibagikan, terlihat jelas aktivitas alat berat yang sedang beroperasi di area proyek. Namun, alih-alih menata lahan dengan benar, alat berat tersebut justru tertangkap kamera sedang menggeser tumpukan material tanah dan batu langsung ke tengah aliran air
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi pengguna jalan dan huniannya. Viter Manalu dalam pernyataannya menegaskan bahwa genangan air yang terus menumpuk tersebut sangat berbahaya, terutama bagi ketahanan struktur tanah di sekitarnya.
Keresahan Viter bukan tanpa alasan. Lokasi penyumbatan aliran air tersebut berada tepat di samping kediamannya. Ia menyatakan bahwa tekanan air yang terbendung dapat merusak stabilitas tanah di sekitar fondasi rumahnya.
“Kondisi ini sangat berbahaya. Air yang terbendung bisa merembes dan melemahkan struktur tanah. Kami sangat khawatir ini akan memicu bencana longsor yang langsung menghantam dinding penahan rumah kami,” ungkapnya.
Potensi longsor ini menjadi ancaman nyata mengingat kondisi geografis wilayah Dairi yang seringkali memiliki kontur tanah yang labil, ditambah dengan cuaca ekstrem yang bisa sewaktu-waktu meningkatkan volume air di “bendungan” buatan tersebut.
Melalui unggahannya, Viter meminta dengan tegas kepada pihak pengembang dan Pemerintah Kabupaten Dairi agar segera mengambil tindakan darurat. Ia mendesak agar proyek pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih tersebut diberhentikan hingga ada solusi teknis yang menjamin keamanan lingkungan.
“Kami meminta agar proyek ini dihentikan sebelum terjadi bencana. Jangan sampai menunggu ada korban atau rumah warga runtuh baru ada tindakan dari pemerintah,” tegas Viter.
Hingga berita ini diturunkan, Viter Manalu berharap adanya respon cepat dari dinas terkait untuk melakukan peninjauan lapangan dan memastikan pihak pengembang proyek melakukan perbaikan pada sistem drainase agar aliran sungai kembali normal dan ancaman longsor dapat diminimalisir.
Penulis : Bambang Ermansyah









