INFOSUMUT24 | Ajibata – Sejumlah warga Desa Motung, Kecamatan Ajibata melakukan pemagaran badan jalan dengan kawat berduri dijalan umum menuju tempat Wisata Sosorbombongan Aek Siulak Hosa, sehingga sangat mengganggu pengguna jalan yang menggunakan kendaraan roda empat.
“Entah apa yang timbul dalam benak para pelaku yang melakukan penutupan badan jalan dengan kawat berduri. Apakah ini karena kebencian dan irih hati karena berdatangan pengunjung ke tempat Wisata Sosorbombongan Aek Siulak Hosa sehingga mereka mengundang permasalahan” tanya Soritua Manurung pemilik wisata Sosorbombongan Aek Siulak Hosa kepada Infosumut24, Rabu (4/2/2026).
“Pengunjung wisata yang menentukan mereka berkunjung ketempat wisata mana, dan itu tidak bisa kita paksakan ketempat kita. Mau ke Bukit Senyum atau ke Sosorbombongan Aek Siulak Hosa, itu hak pengunjung. Namun jalan umum jangan dibuat jadi permasalahan” ujarnya.
“Untuk itu, saya berharap agar Pemerintah Kabupaten Toba memberikan perhatian atas kejadian penutupan badan jalan ini dengan kawat berduri. Juga kita berharap agar jalan menuju Sosorbombongan juga segera diperbaiki guna kelancaran akses jalan menuju lahan pertanian warga dan wisata Sosorbombongan Aek Siulak Hosa” harap Soritua Manurung.
Camat Ajibata, Wajib Sirait saat dikonfirmasi terkait adanya penutupan badan jalan oleh warga dengan kawat berduri dijalan umum menuju tempat Wisata Sosorbombongan Aek Siulak Hosa mengatakan “Kta sudah turun kelokasi dengan Kepala Desa, namun seorang warga yang mengaku pemilik tanah mengatakan, bahwa jalan tersebut di hibahkan mereka kepada pemerintah untuk jalan umum dengan lebar jalan 3 meter. Dan ini kemungkinan adanya perselisihan dengan warga pemilik lahan di Sosorbombongan”.
“Walau juga mereka berkeras menutup badan jalan, namun kita akan kordinasi dengan Dinas PUTR, sebab Dinas PUTR lah yang mengetahui sebelumnya jalan tersebut dirabat beton” tutupnya.
Penulis : Freddy Hutasoit









